Harga Kelapa Turun

KUMPULKAN: Salah satu pedagang kelapa saat mengumpulkan kelapa yang di beli dari petani untuk dijual ke luar Provinsi Bengkulu, pada Jum’at (14/7).
KUMPULKAN: Salah satu pedagang kelapa saat mengumpulkan kelapa yang di beli dari petani untuk dijual ke luar Provinsi Bengkulu, pada Jum’at (14/7).

KAUR SELATAN,Bengkulu Ekspress – Belakangan ini, petani kelapa di Kabupaten Kaur kembali mengeluhkan harga kelapa yang terus merosot. Saat ini harga kelapa hanya sebesar Rp 3.000 butir. Padahal sebelumnya harga kelapa sekitar Rp 3.500 perbutir. Sehingga terjadi penurunan harga sebesar Rp 500 per butirnya.

“Sekarang ini harga kelapa turun sekitar Rp 500 per butirnya, kalau biasanya harga Rp 3500 sekarang ini hanya Rp 3000,” kata Evi, seorang pengumpul kelapa di Kecamatan Kaur Selatan, kemarin (14/7).

Dikatakannya, untuk harga kelapa turun ini tanpa penyebab yang jelas. Karena harga dari penadah yang biasanya menjual dan membawa buah kelapa ke Lampung dan Jakarta itu sudah mengalami penurunan, hingga ke pengecer kelapa. Sebab jika dibeli mulai dari atas pohonnya itu lebih murah lagi karena biasanya upah memanjat dan membuka kepala itu ditanggung oleh pembeli.

“Kalau kami ngambil di petani langsung ini harga buah kelapa ini Rp 3000 dan kami jual ke luar itu sekitar Rp 4 000 hingga Rp 4500,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Mentey (37), petani kelapa Desa Pengubayan Kecamatan Kaur Selatan. Ia mengaku penurunan harga kelapa ini cukup disayangkan karena terjadi saat panen meningkat. Saat ini diperkirakan terjadi peningkatan hasil panen sekitar 20 persen dibandingkan biasanya.

“Sekarang ini kami hanya bisa berharap harga kelapa ini bisa normal lagi, sehingga pendapatkan kami meningkat, karena ini mata pencarian kami,” harapnya.

Ditambahkannya, semenjak banyaknya pembuatan tambak udang produksi kelapa di Kaur menurun. Sebab banyak pelanggannya yang dulu menjual kelapa saat ini sudah tidak lagi menjual kelapa. Hal ini dikarenakan hampir sebagian lahan sudah banyak dialihfungsikan jadi tambak udang. Kini untuk mengumpulkan satu truk yang berisi Rp 5.000 buah dulu hanya dua hari, kini bisa hampir dua minggu lebih.

“Sekarang untuk mendapatkan buah sangat sulit. Kalau dulu dalam satu minggu bisa satu truk kita kirim ke ke Jakarta,” ujarnya.(618)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*