Harga Karet dan Kopi Pengaruhi Peminat Emas

Produksi kopi ditingkat pengumpul kopi di Kepahiang mengalami penurunan lantaran hasil panen kopi petani menurun1

CURUP, BE – Harga emas dipasaran kota Curup menurun drastis.  Bukan hanya harga saja, namun peminat emas dari kalangan warga Rejang Lebong untuk menginvestasi emaspun menurun drastis. Hal itu dibenarkan salah satu pedagang toko emas, Heri (45) warga Pasar Tengah Rabu (15/4).
Terkait dengan harga sendiri, menurut Heri saat harga jual emas hanya  Rp 450 ribu per gram, harga tersebut turun dari sebelumnya yang biasa dijual seharga Rp 465 ribu sampai 470 ribu gram. Menurutnya, sebab turunya harga emas ini karena pengaruh nilai rupiah yang menurun terhadap dolar dan hal ini sudah biasa terjadi.
Namun, yang menjadi salah satu kendala para pedagang emas, minat beli masyarakat sangat menurun drastis dari tahun-tahun sebelumnya.  Biasanya, para pedagang mengalami pembludakan pembeli pada saat musim kopi.
“Saat ini seharusnya sudah musim kopi, dan banyak warga yang membeli emas, namun kabarnya memang harga kopi mahal, namun produksi petani kurang dan banyak warga tidak memiliki uang lebih untuk menginvestasi emas,” jelas Heri.
Lebih lanjut ia menjelaskan. turunnya minat pembeli emas ini juga berpengaruh pada tanaman petani lainya jenis karet.
“Biasanya petani yang mendapatkan hasil dari karet perbulan dalam bilangan besar saat inipun menurun karena harga karet sangat rendah,” tambahnya.
Padahal, salah satu incaran pedagang emas ini menunggu musim kopi dan karet.  “Kalau sekarang sepi pembeli, meskipun murah justru banyak yang menjual karena terdesak kebutuhan ekonomi,” tambahnya.
Selain karena hasil bumi yang kurang, rumor yang beredar turunnya minat masyarakat membeli emas karena dipengaruhi oleh tren penggunaan batu akik atau batu mulia.  Karena saat ini perhiasan batu akik bukan hanya pada kalangan laki-laki saja melainkan sudah mengena pada kaum hawa ini.
Berdasarkan pantauan di lapangan saat ini, banyak kaum ibu-ibu jarang menggunakan gelang maupun cncin terbuat dari emas. Justru saat ini tren gelang cincin bahkan kalung dengan liontin terbuat dari batu yang saat ini merambah hampir ke semua kabupaten termasuk Kabupaten Rejang Lebong. (251)