Harga Beras Mulai Naik

Pedagang beras di Pasar Atas tengah mempersiapkan jualannya.  Saat ini harga beras di Kabupaten Rejang Lebong mulai naik seiring berkurangnya stok beras lokal.
Pedagang beras di Pasar Atas tengah mempersiapkan jualannya. Saat ini harga beras di Kabupaten Rejang Lebong mulai naik seiring berkurangnya stok beras lokal.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Ditengah kisruh nasional terkait dengan dugaan pengoplosan pada beras premium, saat ini harga beras di sejumlah pasar di Kabupaten Rejang Lebong mengalami kenaikan. Berdasarkan pantauan di Pasar Atas Kota Curup, saat ini harga beras premium sudah Rp 18 ribu per cupak (takaran pembelian beras setara dengan 2 liter). padahal sebelumnya hanya ada di angka Rp 15 ribu per cupak.
Selain beras kualitas nomor satu yang mengalami kenaikan, beras kualitas nomor dua juga mengalami kenaikan, yaitu saat ini ada di harga Rp 17 ribu per cupak padahal sebelumnya hanya Rp 14 ribu per cupak.

“Untuk harga beras kualias nomor 3 saat ini Rp 15 ribu per cupak, dimana sebelumnya Rp 12.500 per cupak,” aku Retno (40) salah seorang pedagang beras.
Menurut Retno melonjaknya harga beras di Kabupaten Rejang Lebong tersebut sudah berlangsung selama beberapa minggu. Kenaikan harga beras itu sendiri, menurutnya kemungkinan besar karena mulai berkurangnya stok beras di Kabupaten Rejang Lebong.

“Kemungkinan besar naiknya harga beras ini karena stok mulai berkurang,” tambah Retno.
Berkuranganya stok pasokan beras di Kabupaten Rejang Lebong sendiri, menurut Retno kemungkinan besar karena banyaknya petani padi yang beralih tanaman ke palawija, hal tersebut dikarenakan saat ini memasuki musim kemarau sehingga mereka takut tidak kebagian air sehingga terpaksa menanam palawija disawah mereka. Bahkan menurut Retno, meskipun ada petani yang tetap menanam pada, sebagian besar mereka tidak menjualnya namun hanya untuk kebutuhan mereka sendiri.
Meskipun banyak petani yang beralih tanaman ke palawija, namun menurut Retno, saat ini pasokan beras di Rejang Lebong masih banyak disuplai dari sejumlah daerah diluar Rejang Lebong maupun Provinsi Bengkulu, seperti Lampung dan Sumatera Selatan

“Untuk kelangkaan kemungkinan besar tidak akan terjadi, karena beras yang kita jual saat ini juga banyak dari luar seperti dari Lampung dan Sumatera Selatan,” demikian Retno. (251)