Harga Beras Melambung

Petugas penggilingan padi KUD Mulia Usaha sedang menjemur padi pada Kamis (11/1) siang. Musim hujan yang saat ini tengah berlangsung mempengaruhi ketersediaan beras karena padi susah kering, hal tersebut berdampak pada naiknya harga beras..
Petugas penggilingan padi KUD Mulia Usaha sedang menjemur padi pada Kamis (11/1) siang. Musim hujan yang saat ini tengah berlangsung mempengaruhi ketersediaan beras karena padi susah kering, hal tersebut berdampak pada naiknya harga beras..

CURUP, Bengkulu Ekspress – Meskipun Kabupaten Rejang Lebong sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Bengkulu, namun di awal tahun 2018 ini harga beras di Kabupaten Rejang Lebong mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Menurut Soleh, pemilik usaha penggilingan padi KUD Mulia Usaha. Naiknya harga beras di Kabupaten Rejang Lebong tersebut sudah berlangsung selama dua Minggu terakhir.

“Memang ada kenaikan harga beras, kenaikan ini terjadi sejak dua minggu terakhir,” ungkap Soleh saat ditemui di lokasi penggilingan padi miliknya di Kelurahan Talang Benih pada Kamis (11/1) kemarin.

Untuk harga beras sendiri, menurut Soleh saat ini harga beras di tingkat penggilingan atau huller padi berkisar antara Rp 165 ribu hingga Rp 175 ribu per kaleng ukuran 16 Kg. Padahal sebelumnya harga beras di tingkat penggilingan tersebut paling tinggi sebesar Rp 150 ribu per kaleng.

Dijelaskan oleh Soleh, kenaikan harga beras di Kabupaten Rejang Lebong sendiri dikarenakan beberapa faktor diantaranya musim hujan yang masih melanda Kabupaten Rejang Lebong, sehingga para petani kesulitan untuk menjemur padi mereka sebelum digiling.

Penyebab lainnya adalah kurangnya stok beras, karena banyak petani sawah di Kabupaten Rejang Lebong yang belum panen khususnya di kawasan Talang Benih yang selama ini terkenal sebagai sentra persawahan dengan Padi Talang Benihnya belum ada satupun petani yang panen karena masih dalam tahap musim tanam.

“Yang kita jemur hari ini adalah beras dari Dusun Curup, karena beras Talang Benih belum ada petani yang panen karena masih musim tanam,” tambahnya.

Bahkan menurut Soleh, karena tak adanya stok padi untuk digiling, mesin penggilingan padi yang ia miliki tidak beroperasi.

Di sisi lain, Soleh juga mengungkapkan kenaikan harga beras pada awal tahun ini memang sudah menjadi siklus tahunan di Kabupaten Rejang Lebong. Karena menurutnya kenaikan beras di Kabupaten Rejang Lebong ini selalu terjadi di awal tahun seiring dengan masuknya musim tanam di beberapa lokasi yang menjadi sentra persawahan di Kabupaten Rejang Lebong.

“Kita prediksi mulai pertengahan Februari hingga awal Maret nanti harga beras ini baru normal kembali, seiring dengan masuknya musim panen di beberapa lokasi di Rejang Lebong ini,” jelas Soleh.

Disisi lain, kenaikan harga beras tersebut bukan hanya terjadi pada beras lokal saja, namun juga terjadi pada beras kemasan. Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Weni (35) ibu rumah tangga asal Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah. Dimana menurutnya salah satu beras kemasan yang biasa ia beli mengalami kenaikan Rp 5 ribu untuk kemasan 10 Kg.

“Beras kemasan juga naik, kami biasanya beli Rp 110 untuk ukuran kemasan 10 Kg saat ini sudah Rp 115,” terang Weni. (251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*