Harga Anjlok, Warga Tebang Pohon Karet

BINDURIANG, BE – Dampak dari anjloknya harga getah karet, membuat para petani di kawasan Lembak Rejang Lebong, khususnya Kecamatan Lembak, kebingungan.Mengingat 4 tahun lebih harga karet tak kunjung ada peningkatan, akibatnya sejumlah petani karet banyak menebang tanaman karet miliknya untuk dijadikan lahan perkebunan kopi stek.

Selain itu, pohon karet yang sudah ditebang bisa dijual ke pengrajin batu bata untuk dijadikan kayu bakar, dengan harga mencapai Rp 400 ribu per kubik.
Baharudin (50), warga Desa Air Apo Kecamatan Binduriang, yang memiliki kebun karet di pinggir jalan lintas Curup – Lubuklinggau mengungkapkan, ditebangnya pohon karet miliknya dikarenkan kesal, sebab sudah lebih dari 4 tahun harga karet tidak ada peningkatan. Saat ini kata Baharudin, harga karet di desanya berkisar Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu per kg.

“Sementara harga beras 1 kg mencapai Rp 10 ribu, berarti 4 kg karet baru mendapatkan 1 kg beras,” ujarnya.

Setelah menebang pohon karet, Baharuddin akan fokus berkebun kopi. Rencananya batang kopi itu akan distek. Sebab, dengan distek 2 tahun lebih bisa menghasilkan kopi dan juga harga kopi saat ini lumayan tinggi harganya dan prosesnya pun tidak sulit,” jelasnya.

Selain tanaman karet milik warga Air Apo yang ditebang, salah satu kebun karet milik warga Desa Guru Agung Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) yang berada di pinggir jalan lintas PUT menuju ke Kota Padang juga ditebang.(222)