Harga Anjlok, Sayuran Dibuang

Sejumlah sayuran yang dibuang pengepul sayuran lantaran tidak laku karena harga sayuran di Rejang Lebong saat ini tengah anjlok.
Sejumlah sayuran yang dibuang pengepul sayuran lantaran tidak laku karena harga sayuran di Rejang Lebong saat ini tengah anjlok.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Lantaran harga sayuran di Kabupaten Rejang Lebong saat ini tengah anjlok, sejumlah pengepul atau toke sayur, terpaksa membuang sayuran yang sudah mereka beli dari petani.
“Memang banyak sayuran yang kami buang, terutama yang cepat busuk, karena sayuran seperti sawi paling lama 2 hari, setelah itu pasti layu dan berulat sehingga terpaksa kami buang saja,” aku Sufrat pengelola gudang sayuran UD CBS saat ditemui Selasa (13/2) kemarin.
Dijelaskan Sufrat, beberapa jenis sayuran yang cepat membusuk dan terpaksa mereka buang seperti sawi manis, sawi pahit dan seledri atau daun sop. Ketiga jenis sayuran tersebut saat ini tengah membanjiri pasar di Kabupaten Rejang Lebong, sehingga harganya menjadi anjlok dan banyak tidak laku.

“Ketiganya sayuran yang cepat layu tersebut memang tengah anjlok, sehingga banyak yang tidak mengambilnya, namun kalau di tingkat petani tidak ada masalah,” tambah Sufrat.

Di sisi lain, untuk perkembangan harga sayuran sendiri, menurut Sufrat, hampir semua jenis sayuran mengalami penurunan. Hanya saja sayuran jenis lain tidak mereka buang karena memiliki daya tahan yang cukup lama.

Harga sayuran di Kabupaten Rejang Lebong sendiri, untuk kol bulat sendiri hingga kemarin hanya dihargai Rp 1.000 per Kg padahal sebelumnya Rp 1.500 per kg. Kemudian tomat saat ini ditingkat gudang hanya Rp 3 ribu per Kg padahal sebelumnya Rp 4.500 per Kg.
Selanjutnya sawi bola dan sawi manis hanya dihargai Rp 1.000 per Kg, padahal sebelumnya diharga Rp 1.500 per Kg. Kemudian daun bawang saat ini diharga Rp 2.500 per Kg padahal sebelumnya Rp 5 ribu per Kg. Seledri atau daun sop saat ini ada diharga Rp 3 ribu per Kg turun dari harga sebelumnya Rp 5 ribu per Kg.

“Yang saat ini masih bertahan yaitu kacang arcis diharga Rp 15 ribu dan labu siam diharga Rp 1.500 per Kg,” paparnya.
Sementara itu, terkait dengan penyebab dari turunnya harga sayuran di Kabupaten Rejang Lebong akibat adanya musim buah-buahan seperti duku dan rambutan, sehingga daya beli masyarakat menurun, hal tersebut memang terjadi setiap tahunnya.
Sementara itu, Yanto salah satu petani di Kelurahan Simpang Nangka Kecamatan Selupu Rejang, yang saat ini mengalami kenaikan hanya cabai merah dan cabai hijau, dimana saat ini harga cabai merah diangka Rp 35 ribu dari sebelumnya Rp 26 ribu per Kg kemudian cabai hijau dari Rp 14 ribu saat ini menjadi Rp 16 ribu per Kg.

“Kita berharap harga sayuran di Rejang Lebong ini bisa stabil sehingga bisa berpengaruh pada pendapatan dan perekonomian kami petani sayuran,” harap Yanto. (251)