Hanya Sebagian Guru Tolak TPP

ILustrasi TPP
Ilustarsi TPP


BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu Firman Jonaidi S.Pd mengaku belum mengetahui mengenai adanya wacana Caretaker Walikota Bengkulu Drs H Budiman Ismaun M.Pd, terkait rancangan kenaikan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) bagi guru nonsertifikasi. Usulan menambah tunjangan TPP guru nonsertifikasi dengan menggunakan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).

“Siapa bilang guru nonsertifikasi menolak TPP. Jikapun ada itu hanya sebagian oknum guru saja,” terang Firman Jonaidi.

Menurut Firman, tim Dinas Dikbud sudah mengkorscek ke sekolah, dan mayoritas guru nonsertifikasi tidak menolak TPP yang diberikan Pemerintah Kota Bengkulu. Wacana usulan kenaikan TPP bukan diberikan kepada guru nonsertifikasi, mereka tetap mendapatkan TPP senilai Rp 250 ribu seperti yang dijelaskan Sekretaris Daerah Pemkot Bengkulu Marjon M.Pd, saat pertemuan beberapa waktu lalu. Karena guru non sertifikasi telah mendapat tunjangan penghasilan.

Terkait desakan revisi Perwal TPP hingga saat ini belum dilakukan. Karena pemberian TPP berdasarkan beban kerja dan pemberian kepada penjaga sekolah atas dasar kemanusiaan semata.

“Revisi Perwal TPP kecil sekali dilakukan, karena itu diberikan atas dasar Beban Kerja,” tegasnya.

Sementara pemberian Tunjangan penghasilan yang bersumber dari BOS, BOS diberikan untuk tenaga honorer. Menurut Firman, apa yang diungkapkan Kepala Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu Budiman Ismaun saat hadir di acara Cendana Fair SMAN 5 bukanlah berkapasitas sebagai careteker walikota, namun berkapasitas sebagai kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu. Jadi TPP yang dimaksud duga bukan diperuntukkan bagi guru jenjang SD/SMP melainkan jenjang SMA/SMK. (247)