Hadiah Salat Disiapkan Miliaran Rupiah

BENGKULU, BE – Pemerintah Kota Bengkulu terus mematangkan rencana pemberian hadiah bagi para peserta ‘Rajin Salat Berhadiah’. Pada sekitar bulan April 2015, Pemerintah Kota melalui panitia pelaksana kegiatan akan memberangkatkan jemaah umrah ke tanah suci.
Jika rencana itu benar terlaksana, maka diyakini akan membutuhkan dana miliaran rupiah. Sebab ongkos berangkat umrah untuk satu orang berkisar Rp 20 juta. Saat ini jumlah jemaah salat berstimulan yang bertahan sampai minggu ke 43 sebanyak 165 orang. Jika seratus orang saja yang ingin berangkat umrah maka setidaknya panitia mesti siapkan dana dua miliar rupiah.
Menurut Kabag Humas Setda Kota, Dr H Salahuddin Yahya MSi, hadiah tersebut telah disediakan Pemerintah Kota dan akan didistribusikan, bilamana jamaah yang ikut sebagai peserta lolos tim seleksi yang kini masih berjalan. Hadiah ini bisa menjadi alternatif hadiah bagi seluruh peserta sehingga hadiah mobil atau haji bisa ditiadakan.
“Dana untuk itu sudah ada. Besaranya miliaran rupiah. Tapi untuk tekhnisnya silahkan tanyakan langsung kepada Bagian Kesra (Kesejahteraan Rakyat) Setda Kota. Saya kira catatannya lengkap disana,” ungkap Salahuddin.
Salahuddin menjelaskan, seluruh peserta yang aktif saat ini masih terus berpeluang untuk meraih hadiah umroh gratis dari Pemerintah Kota. Namun pembagian hadiah ini baru akan dilaksanakan pada tahun 2015. Sebab, dana yang dibutuhkan untuk memberangkatkan jemaah harus ditender terlebih dahulu. “Proses lelang kan paling cepat 45 hari. Sementara sebentar lagi sudah bulan Desember dan tutup buku anggaran habis pada 20 Desember 2014 kemarin. Jadi tidak akan sempat melakukan lelang, maka kemungkinan sekira bulan April 2015 akan ada yang diberangkatkan. Tapi memang anggaran tersebut telah dialokasikan dalam APBD Kota Bengkulu tahun 2014 sebesar Rp 2,3 miliar,” jelasnya.
Ia menambahkan, para jemaah yang diberangkatkan umrah nanti tidak hanya diukur melalui kuantitas atau jumlah salat yang dilaksanakan. Namun juga diukur secara kualitas atau kualifikasi khusus. Setiap peserta yang sudah lolos secara kuantitas tidak serta merta dinilai lolos secara kualitas atau kualifikasi. “Yang paling utama harus sesuai dengan kualifikasi KPK. Kita hindari gratifikasinya, lalu diprioritaskan yang tidak mampu. Selanjutnya jika dia seorang PNS, maka yang diutamakan bergolongan rendah. Satu hal lagi yang terpenting, mereka yang telah berangkat umroh, sudah tidak dapat kesempatan lagi berangkat haji dan mendapatkan mobil,” imbuhnya.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Bengkulu, Drs H Mukhlisuddin SH MA, menyatakan, instansinya bersedia bilamana ditunjuk sebagai panitia penilai kualitatif program ‘Rajin Salat Berhadiah’ yang diselenggarakan Pemerintah Kota. Menurutnya, orang-orang yang salatnya benar harus memenuhi kriteria tertentu.
Diantara kriteria umum, setiap peserta harus memenuhi syarat sebagai seorang muslim, berakal, baligh, suci dari hadats kecil maupun besar, menutup aurat, tepat waktu dan menghadap kiblat. Kemudian kriteria khusus, peserta juga akan dinilai berdasarkan ucapan dan gerakan dari sejak takbiratul ihram hingga salam.
Tidak hanya salat, lanjutnya, ibadah haji dan umroh juga memiliki kualifikasi tertentu. Menurutnya, ibadah haji dan umroh bagi mereka yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, setidaknya mengerjakannya sekali seumur hidup. Penilaian akan lebih diberatkan kepada aspek fisikal seperti kesehatan badan dan tubuh yang disahkan oleh seorang dokter. (009)