Gubernur Minta Alsintan Diaudit

distan-bantuan-alat-pertanian-2
Gubernur Bengkulu, Dr H Ridwan Mukti MH saat melihat alat pertanian yang diserahkan kepada kelompok tani, kemarin (14/11). (Foto EKO/BE).

BENGKULU, BE – Gubernur Bengkulu, Dr H Ridwan Mukti MH meminta Dinas Pertanian (Distan) Provinsi dan Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu untuk mengaudit semua alat dan mesin pertanian (alsintan) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu.

“Sudah banyak alat pertanian kita salurkan. Sekarang seperti apa kondisinya, dimana tempatnya dan bagaimana keadaannya. Saya minta semua aset pertanian diusut. Baik aset pertanian yang dulu maupun yang baru diberikan,” ujar Ridwan dalam sambutan penyerahan ratusan alat pertanian di halaman kantor Distan Provinsi Bengkulu, kemarin (14/11).

Dijelaskannya, banyak aset yang telah diberikan namun banyak juga yang tidak produktif lantaran tidak pernah diperbaiki.

Bukan karena biaya, melainkan karena masyarakat tidak pernah dilatih untuk melakukan perbaikan sendiri alsintan tersebut.

“Kita minta Dinaskertrans untuk membuat pelatihan khusus kepada masyarakat. Baik membengkel maupun cara membuat sendiri alat pertanian itu karena kita tidak mau aset yang sudah ada hanya jadi rongsokan. Bila perlu petani kita ada yang buat bengkel alat pertanian,” tambahnya.

Saat ini, lanjutnya, kondisi masyarakat masih diera bangsa pembeli. Seharusnya sudah masuk pada era pembuat. PR besar ini menjadi tugas pemerintah untuk berfikir kratif.

“Seharusnya kita sudah masuk pada era industrisasi. Tapi sekarang kita masih memberikan alat, bibit hingga pupuk. Nah tugas kita merubah, bagaimana masyarakat mandiri, membuat bibit unggul sendiri, pupuk buat sendiri tidak beli dan inovasi-inovasi lain juga dilakukan,” ungkap RM.

Untuk mengembangkan petani kreatif, Gubernur juga meminta Distan Provinsi untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten kota. Disamping itu, tugas pemerintah juga memberikan jaminan harga pertanian untuk terus stabil tidak mengalami keanjlokan seperti saat ini.

“Asuransi untuk petani dalam becocok tanam juga harus dikejar. Masa sampai sekarang belum ada asuransi petani jika gagal panen ataupun ada penurunan harga,” ujarnya.

Penyerahan ratusan alat pertanian ini dihadiri oleh Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr Ir Dwi Iswari M ScP, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Yovianes Mahar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra, Kepala OJK Bengkulu Yan Safrie, Perwakilan Korem 041/Gamas Bengkulu, perwakilan Kejati Bengkulu, pimpinan SKPD dan puluhan kelompok tani se-Provinsi Bengkulu.

Sementara itu, Kepala Distan Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan mengatakan, pembagian ratusan alat pertanian ini meluputi power thresher atau perontok gabah, hand sprayer, kendaraan roda tiga, handtraktor dan gerobak dorong yang dibeli denhan menggunakan APBD Provinsi Bengkulu 2016.

Sementara bantuan dari APBN 2016 miliputi benih jagung hibrida 300 ton, pupuk NPK 440 ton dan mesin perontok jagung sebanyak 10 unit.

“Ini dibagikan kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani se-Provinsi Bengkulu,” terang Ricky.

Ricky menegaskan, dirinya juga akan terus melakukan konsolidasi ke pemerintah pusat dan pemerintah daerahuntuk peningkatan kreatifitas dibidang pertanian. Termasuk untuk memberikan asuransi petani ketika gagal panen terjadi.

“Asuransi ini program baru pemerintah pusat. Kita akan coba kejar dan pelajari bagaimana asuransi ini diberikan,” tutupnya. (151)

 BANTUAN DARI APBD 2016

JENIS JUMLAH
Power Thresher 25 unit
Hand Sprayer 100 unit
Kendaraan roda tiga 15 unit
Hand Traktor 6 unit
Gerobak Dorong 55 unit