Gubernur: Jangan Asal Ikut Demo

gubernur_apel
Gubernur Bengkulu, Dr H Ridwan Mukti MH saat memimpin apel besar Kebhinekaan Cinta Damai di halaman Kantor Walikota Bengkulu, kemarin (15/11). (Foto MEDI/BE).

BENGKULU, BE – Rencana umat muslim untuk kembali melakukan aksi demonstrasi pada 25 November ini juga ditanggapi Gubernur Bengkulu Dr H Ridwan Mukti MH.

Gubernur pun mengimbau agar masyarakat tetap menjaga dan tetap berpegang pada tatanan yang sesuai dengan kultur sekaligus budaya Bang Indonesia. Hal ini disampaikan Ridwan Mukti saat memimpin apel besar dalam rangka Kebhinekaan Cinta Damai di halaman Kantor Walikota, pagi kemarin (15/11).

“Kalau ini politik, sebaiknya jangan ikut-ikut, karena politik ini tentunya ada orang yang menikmati nanti dibelakang itu. Jangan sampai jadi barang mainan. Apalagi sampai melakukan mobilisasi untuk datang ke Jakarta,” ujarnya usai memimpin apel.

Untuk membendung aksi-aksi dalam kasus penistaan agama tersebut, pihaknya sudah melakukan upaya untuk melakukan komunikasi dan kunjungan kepada tokoh-tokoh ulama dan tokoh-tokoh adat sekaligus komunitas masyarakat. Dengan harapan masyarakat Kota Bengkulu tidak terpengaruhi sehingga tetap terjaga kondusifitas.

Menurutnya, keyakinan untuk membela agama itu bisa dilakukan dari jauh tanpa melakukan aksi fisik yakni cukup di doakan saja, serta bersabar dan percaya terhadap proses hukum yang saat ini sedang dijalankan.

“Semua upaya kita lakukan ada yang secara operasi dibawah yang tidak terbuka, ada juga yang seperti sekarang ini melalui apel bersama dengan cara kita berikan pengertian. Tapi sampai hari ini kita lihat Bengkulu tidak terpengaruh,” terangnya.

Pun demikian, pihaknya juga tidak bisa memaksakan kehendak masyarakat jika ingin tetap melakukan unjuk rasa tersebut. Akan tetapi pemerintah daerah provinsi/kota maupun TNI Polri juga akan memberikan ruang dialog untuk mencarikan penyelesaian terkait persoalan tersebut.

“Apalagi kita sebagai bangsa timur, tentunya tidak harus dengan merusak apalagi mendesak dan juga tidak harus memaksakan diri. Nah untuk itu kita menjunjung tinggi demokrasi ini dengan memberi ruang untuk dialog,” tutur Ridwan.

Dalam sambutannya, Ridwan Mukti juga menyampaikan ikrar yakni menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemudian, saling menghormati, menghargai dan bertoleransi antar umat beragama dengan selalu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Yovianes Mahar mengatakan, untuk melakukan aksi dan menyampaikan orasi merupakan hak semua orang. Namun, pihaknya menginggat untuk tetap menjaga kondusifitas dan tidak menimbulkan kerugian.

“Janganlah kita membuat suasana menjadi tidak kondusif, jadi untuk tanggal 25 November bagi masyarakat yang ingin menyampaikan orasinya silahkan ikuti sesuai aturannya. Tapi lebih baik lagi kalau kita diskusikan saja,” jelas Yovi.

Saat ditanya bentuk pengamanan yang sudah disiapkan, Yovi mengaku kapanpun terjadi sesuatu yang dapat memicu kegaduhan, maka pihaknya selalu siap untuk mengamankan. Bahkan, jika diminta untuk mengirimkan pasukkan ke Jakarta, Yovi juga mengaku siap.

“Pengamanan itu sudah rutin pekerjaan kita pasti kita siapkan. Bukan pengamanan tapi mengawal dan melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan orasi,” imbuhnya.
Hadir dalam apel besar ini Forum Kerja Perangkat Daerah (FKPD) Provinsi dan FKPD Kota, kepala SKPD di lingkungan Pemkot, para eselon 3 dan 4, TNI/Polri, tokoh Agama, masyarakat, pelajar, adat dan peserta pramuka. (805)