Gubernur ‘Diganggu’ Orang Gila

gub-tinjau-rsjk-1
Gubernur Bengkulu, Dr H Ridwan Mukti MH didampingi Kadinkes Drs H Amin Kurnia SKM MM saat meninjau RSKJ Soeprapto Bengkulu, kemarin (11/11). (Foto EKO/BE).

BENGKULU, BE – Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu, kemarin (11/11) mendadak heboh. Kehebohan itu bukan karena ada musibah, melainkan para pasien rumah sakit tersebut menggangggu Gubernur Bengkulu, Dr H Ridwan Mukti MH saat meninjau RSKJ itu usai membuka Bimbingan Teknis Akreditasi V2012 untuk RSKJ Soeprapto.

Hampir setiap ruangan, para pasien meminta rokok kepada gubernur. Tingkah pasien yang berada dalam ruangan khusus ini sontak gubernur dan rombongan tertawa.

“Rokok pak, rokok,” ujar salah satu pasien.

Permintaan pasien sakit jiwa ini tidak diamini oleh gubernur. Mengingat pasien tersebut dalam masa penyembuhan sehingga dilarang merokok.

Gubernur hanya menyapa pasien dan keluarganya yang tengah menjenguk keluarganya.

“Bapak berdoa dan harus semangat, biar istrinya cepat sembuh,” ujar RM kepada salah satu keluarga pasien.

Tak hanya melihat kondisi pasien, Gubernur yang didamping Direktur RSKJ Soeprapto, dr Hj Chandrainy Puri MSi dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Drs Amin Kurnia SKM MM ini ini meninjau berbagai fasilitas kesehatan hingga dapur tempat mengolahan makanan pasien RSJK.

Menurut RM, RSKJ harus mengejar Akreditasi Versi 2012. Baik dengan melakukan pembenahan, pengembangan, dan peningkatan sarana serta kompetensi tenaga kesehatan. Selain untuk mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah, karena RSJK harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Untuk mendapatkan pengakuan, nantinya akan dilakukan penilaian oleh Komite Akreditasi, kemudian diparipurnakan hasilnya. Ketika berhasil, maka RSKJ Soeprapto harus menjaga integritas,” tambah RM.

Gubernur menjelaskan, intgeritas yang dimaksudnya adalah tenaga kesehatan berikut pegawai harus tetap disiplin, bersedia meningkatkan kompetensi, dan bekerja secara profesional. Sedangkan peningkatan grade atau type kelas rumah sakit, hendaknya dilakukan secara terpadu, bekerjasama lintas sektor.

Selain itu, RM juga mengapresiasi dan siap mendukung target RSKJ Soeprapto naik kelas dari tipe B menjadi A.

“Aset rumah sakit haruslah memiliki standar perawatan yang terukur. Begitu juga dengan semua yang telah dibangun, agar pemanfaatannya bisa optimal. Konsultasikan, kemudian anggarkan, jangan sampai terbengkalai kemudian mubadzir,” ujarnya.

Saat ini, RSKJ dengan lahan tak kurang dari 12 hektare ini tengah membangun dan mengembangkan berbagai sarana.

“Kami miliki 13 dokter umum dan 2 spesialis jiwa. Dengan kondisi ini, kami harus mampu menjadikan rumah sakit jiwa di Provinsi Bengkulu ini menjadi tipe A,” jelas Direktur RSKJ Soeprapto Bengkulu, Chandrainy Puri.

Chandrainy juga menjelaskan, rumah sakit kesehatan jiwa melayani pemeriksaan berbagai keluhan kesehatan secara umum. Selain itu, juga dilakukan rehabilitasi untuk pengguna narkoba serta pemberdayaan untuk masyarakat pasca pengobatan jiwa.

“Di sini kami memiliki rumah singgah meningkatkan kreativitas dan martabat kesehatan jiwa. Sehingga orang yang pernah mendapatkan pengobatan jiwa, nantinya masih bisa bekerja produktif dan berkarya,” pungkasnya. (151)