Gubernur Desak Lahan Bandara Dibebaskan

BENGKULU, BE – Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah SAg MPd mendesak pihak Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu bersama anggota tim agar segera membebaskan lahan perpanjangan landasan pacu bandara tersebut. Sebab, Pemerintah Provinsi Bengkulu sudah menganggarkan dananya Rp 4 miliar lebih untuk pembebasan lahan tersebut. Selain itu, Kementerian Perhubungan juga meminta pembebasan dilakukan secepatnya agar anggaran dari pusat langsung bisa dikucurkan.

“Pembebasan lahan ini harus segera dimulai, dengan menggunakan angaran Rp 4 miliar itu dulu. Kalau nanti masih kurang, maka akan kita anggarkan melalui APBD Perubahan tahun 2015 ini,” kata Junaidi.

Menurutnya, perlu cepatnya pembebasan lahan itu dikarenakan Menhub Ignasius Jonan saat berkunjung ke Bengkulu beberapa waktu yang menyiapkan anggaran mencapai puluhan miliar untuk membangunan landasan pacu bandara tersebut dan pembangunan terminalnya. Namun Menhub meminta agar lahannya segera dibebaskan, jika tidak, maka anggaran tersebut akan dialihkan ke provinsi lain.

“Pengembangan Bandara kita ini sangat dibutuhkan, karena Bengkulu sendiri sudah ditetapkan sebagai daerah yang rawan bencana. Nanti dulu kita berpikir bahwa bandara ini untuk mengungsi masyarakat, yang paling penting adalah bantuan akan lancar jika bandara kita bagus,” ungkapnya.

Diakuinya, kondisi terminal Bandara Fatmawati tersebut juga sudah semakin sesak. Hal tersebut bisa dilihat ketika ada salah satu penerbangan yang delay tak pelak membuat terminal yang ada saat ini penuh menjadi lautan manusi.

“Ini harus kita jawab dengan membangun terminal baru. Dan masuk ke terminal nanti tidak lagi lewat jalan seperti saat ini, tapi lewat Betungan melalui jalur khusus,” papar UJH, sapaan akrab Junaidi.

Selain itu, perpanjangan landasan pacu bandara dari 2.250 meter menjadi 2.800 meter itu dalam rangka mendukung Bengkulu menjadi Embarkasi Haji penuh. Karena salah syarat untuk menjadi Embarkasi Haji penuh adalah landasan pacunya bisa didarati oleh peswat besar.

“Kemungkinan 2016 nanti Bengkulu sudah bisa menjadi Embarkasi Haji penuh, karena pembangunan Masjidil Haram di Mekkah sudah selesai sehingga jemaah haji tidak menggunakan kuota seperti saat ini lagi,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Capt. Yufridon Gandos Situmeang mengungkapkan, setidaknya akan ada 48 hekater lahan milik warga yang akan dibebaskan. Lahan tersebut 21,9 hektar kearah Sukarami dan 26,02 hektar kearah Betungan.

“Total yang dibutuhkan mencapai 57 hektar, tetapi lahan masyarakat yang akan dibebaskan hanya 48 hektar, sisanya merupakan lahan milik bandara sendiri,” ulas Yufridon. (400)