Gubernur Cup, Ajang Pantau Potensi Pemain

Exif_JPEG_420

BENGKULU, BE – Ditengah mati surinya kegiatan sepak bola di tanah air, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu tetap melakukan penjaringan atlet dengan menggelar turnamen Futsal Gubernur Cup. Kegiatan difokuskan untuk melakukan pemantauan terhadap bibit-bibit atlet di kalangan pelajar, sehingga ke depannya para pelajar yang memiliki bakat dibidang olah si kulit bundar mini tersebut dapat dijaring untuk menjadi tim handal yang dapat mewakili Provinsi Bengkulu ke tingkat nasional.
Dijelaskan Kepala Bidang Olahrga Dispor Provinsi Nauril Ahyar SH kegiatan yang digelar di GOR Sawah Lebar Bengkulu juga dipantau oleh pemandu bakat yang disiapkan khusus. Sehingga setelah terbentuknya kepengurusan Cabang Futsal sudah ada pemain-pemain berbakat yang dapat dikumpulkan untuk dijadikan satu tim.
“Sekarang belum ada kepengurusannya, jadi turnamen yang dilaksanakan masih ajang eksebisi tetapi tetapi dipantau untuk kemampuan masing-masing pemain,” terang Nauril.
Ia mengatakan jika kegiatan Futsal Gubernur Cup tersebut diikuti seluruh perwakilan sekolah tingkat SMA se-Provinsi Bengkulu. Sehingga panjaringan bibit atlet tersebut dapat dipantaui hingga keseluruh daerah di Provinsi Bengkulu, dan semua pemain dinilai secara individu. “Ini juga sebagai wadah dari para pelajar yang memiliki bakat dibidang Futsal untuk menyalurkan bakatnya. Ini juga persiapan karena kita tidak tahu sampaikan kapan kondisi sepabak bola seperti sekarang ini, jika nantinya sudah baik semuanya kita sudah memiliki daftar pemain yang dapat direkrut,” tegasnya.
Sementara itu, Panitia lapangan Septian menyebutkan jika turnamen Futsal Gubernur Cup diikuit 42 tim dari 27 sekolah se-Provinsi Bengkulu semua tim berkompetisi dengan sistem gugur untuk merebutkan total hadiah Rp 18 juta. “Selain mendapatkan piala ada piagam serta uang pembinaan dengan total hadia Rp 18 juta,” ungkap Septian.
Septian menyebutkan jika turnamen yang berlasung hingga tanggal 4 Oktober tersebut dibagi menjadi dua kata gori untuk Pelajar tingkat SMA dengan peserta 30 Tim sedangkan U23 sebanyak 12 tim. “Kalau U23 memang kita batasi, sehingga pesertanya hanya dua belas tim,” sebutnya. (320)