Gubernur Bengkulu Buka Rakerda BKKBN, Siapkan 20 Ribu Implan Gratis

DENDI - Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah saat membuka Rakerda BKKBN Perwakilan Provinsi Bengkulu, kemarin  (1)

BENGKULU, BE – Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah berkomitmen penuh untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Provinsi Bengkulu. Salah satu program yang digalakkan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk itu adalah alat kontrasepsi berupa implan. Tahun depan, gubernur akan mengalokasikan dana dari APBD Provinsi Bengkulu untuk pemasangan 20 ribu implan kepada ibu subur di Provinsi Bengkulu. Hal disampaikan Gubernur Junaidi saat membuka Rakerda Program Kependudukan, Keluarga Berencana dann Pembangunan Keluarga Provinsi Bengkulu, di aula BKKBN Perwakilan Bengkulu, kemarin.
“Tahun lalu kita targetkan 10 ribu pemasangan implan secara gratis, namun hasilnya jauh melampaui target itu karena jumlah keseluruhan yang terpasang lebih dari 14 ribu. Program kita ini berjalan baik berkat kerjasama Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan BKKBN Perwakilan Bengkulu,” kata gubernur.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa rata-rata jumlah anak yang dimiliki ibu se-Provinsi Bengkulu berada dibawah rata-rata nasional. Namun pertumbuhan kelahiran Bengkulu masih tinggi sebesar 1,67 persen dibandingkan kelahiran nasional yang hanya 1,4 persen.
“Pemberikan kontrasepsi untuk mengatur jumlah anak ini sangat penting, karena kita ingin gerenasi kita orang yang berkualitas, sehat, tumbuh besar dan menjadi aset. Di tengah kemajuan teknologi saat ini, kita masih menemukan adanya anak gizi buruk. Itu menjadi tanda tanya besar bagi kita, kenapa hal seperti itu masih terjadi? Itu dikarenakan ibunya pemalas, karena untuk menghindari gizi buruk tidak mesti makan daging dan ikan terus, tapi dengan tahu tempe saja cukup,” paparnya.
Kapusdiklat dan Pengembangan BKKBN pusat, Dra Sri Martiningsih MS dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Pembangunan Kependudkan dan KB harus ditingkatkan. Karena hal tersebut menujukkan komitmen program keluarga berencana. Ia menilai Bengkulu sangat komitmen dan menunjukkan hasil yang luar, ia pun memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Tahun ini adalah tahun yang sangat menentukan, karena awal dari RPJMN. Rata-rata jumlah anak yang dimiliki oleh wanita subur di Bengkulu sudah berada di posisi 2,2 persen. Ini bagus, tapi penggarapan untuk remaja mesti lebih ditingkatkan. Selain itu kabupaten juga harus diperhatikan apakah usia produktif atau tidak,” katanya.
Sri pun mengapresiasi keterlibatan berbagai komponen, seperti Korem 041 Gamas Bengkulu yang sudah melakukan penataran keliling KB yang melibatkan Babinsa yang tersebar se Provinsi Bengkulu.
“Disamping tahun ini tahun pertama, ada hal yang perlu kita sikapi dengan baik yakni adanya UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan UU 52 tahu 2009 tentang perkembangan kependudukan pembangunan keluarga. Dalam UU tersebut ada isu strategis yang harus kita sikapi serius, yakni dalam UU 23 tahun 2014 adanya pemetaan bidang penduduk dan KB. Disana jelas mana usuran pusat (BKKBN), provinsi dan kabupaten/kota. Ini tugas kita bersama,” tukasnya.
Di bagian lain, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Bengkulu, Dra Maryana MM menyampaikan bahwa Rakerda tersebut bertujuan untuk membangun kesepakatan pembangun KB dan pembangunan Provinsi Bengkulu. Pembahas faktor penghambat, menyusun langkah-langkah kongrit sesuai dengan wilayah garapan, sehingga target yang sudah ditetapkan bisa tercapai.
“Kami ada 600 kelompok yang belum ada anggaran khusus, kedepan mohon bantuan untuk membantu kelompok ini karena mereka adalah ujung tombak dari program KB,” pintanya.
Hadir dalam Rakerda tersebut, Bupati Seluma H Bundra Jaya, Danlanal, jajaran Danrem 041 Gamas Bengkulu, para ketua PKK kabupaten serta mitra BKKBN Perwakilan Provinsi Bengkulu. (400)