Gubernur Bengkulu Isyaratkan Tunda Kenaikan Elpiji 3 Kg

BENGKULU, BE – Meski sudah ditetapkan kenaikan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 Kg bersama Hiswana Migas, Pertamina dan Pemerintah Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu, namun hingga kemarin (5/4), Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah belum juga menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) tentang kenaikannya.
Gubernur sendiri mengisyaratkan bahwa kenaikan elpiji melon tersebut belum diberlakukan dalam waktu dekat ini, mengingat pemerintah sudah menaikkan harga BBM dan elpiji 12 Kg baru-baru ini.
“Saya belum melihat usulan kenaikannya. Kalau tidak mau dinaikkan, tidak usah ditanya. Kalau ditanya terus nanti malah naik benaran,” kata Junaidi saat ditanya mengenai Pergub kenaikan elpiji bersubsidi tersebut.
Adapun harga baru yang akan diberlakukan hasil kesepakatan rapat beberapa waktu lalu adalah Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah dan Seluma untuk ditingkat agen HET elpiji ditetapkan sebesar Rp 14.000 pertabung, sedangkan ditingkat pangkalan Rp 15.300 per tabung.
Selanjutnya, Kabupaten Kepahiang ditetapkan Rp 14.650 per tabung ditingkat agen dan Rp Rp 15.950 ditingkat pangkalan, Kabupaten Rejang Lebong HET ditingkat agen sebesar Rp 14.900 per tabung dan ditingkat pangkalan Rp 16.200 per tabung, wilayah Muara Aman Rp 16.650 per tabung ditingkat agen dan Rp 17.950 di tingkat pangkalan.
Sedangkan di Kabupaten Bengkulu Utara ditetapkan Rp 14.900 ditingkat agen dan Rp 16.200 ditingkat pangkalan, sedangkan di Kabupaten Bengkulu Selatan ditetapkan sebesar Rp 16.000 ditingkat agen dan Rp 17.300 ditingkat pangkalan, untuk di Kabupaten Kaur HET elpiji 3 kg ditetapkan Rp 17.500 per tabuing ditingkat agen dan Rp 18.800 ditingkat pangkalan. Yang termahal terdapat untuk wilayah Kabupaten Mukomuko Rp 19.500 per tabung ditingkat agen dan Rp 20.800 di tingkat pangkalan. (400)