Gelar Kicau Mania, KLI Lahirkan Gebrakan Baru

ERICK/Bengkulu Ekspress Sebelum lomba, burung diskrining terlebih dahulu oleh Panitia Kicau Mania di Taman Remaja, Kota Bengkulu.
ERICK/Bengkulu Ekspress Sebelum lomba, burung diskrining terlebih dahulu oleh Panitia Kicau Mania di Taman Remaja, Kota Bengkulu.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Komunitas Lovebird Indonesia (KLI) wilayah Bengkulu kembali menggelar kontes burung berkicau atau kicau mania.

Dalam menggelar kontes, KLI selalu memberikan gebrakan baru bagi para pecinta Lovebird (LB) di Provinsi Bengkulu. Salah satunya adalah khusus kelas baby atau burung yang berumur di bawah lima bulan (balibu) harus lolos skrining terlebih dahulu.

Ketua KLI Bengkulu Jebet, ketika ditemui BE mengatakan KLI merupakan sebuah komunitas pecinta burung. Setiap tahun memperingati terbentuknya KLI Bengkulu dengan mengadakan sebuah kontes bagi para pecinta unggas yang biasa disebut Kicau Mania.

“KLI Bengkulu sudah 3 tahun sejak 2014 yang lalu,” ucapnya, kemarin (13/11).

Setiap mengadakan sebuah kontes burung, KLI Bengkulu terus mengeluarkan ide-ide positif yang diterima oleh para pecinta burung LB. Beberapa hari yang lalu, KLI Bengkulu mengadakan kontes burung. Dimana khsusus burung LB untuk kelas baby atau balibu, setiap burung yang akan mengikuti perlombaan harus diskrining terlebih dahulu oleh panitia untuk mengetahui apakah burung tersbebut baby atau dewasa yang diikutkan dalam lomba.

“Selama ini banyak yang kecewa karena ada pemain burung nakal yang mengikutkan burung yang sudah dewasa di kelas Balibu,” terangnya.
Dengan mengadakan skrining, jika burung memang benar Balibu maka diperbolehkan untuk ikut di kelas Baby, tetapi jika di atas 5 bulan maka panitia mengarahkan untuk ikut kelas dewasa.

“Itu usaha yang kami lakukan untuk menimalisir kecurangan dan kekecewaan, kami bersyukur para peserta Kicau Mania banyak yang mendukung,” ujarnya.

Sebelumnya, KLI Bengkulu telah melakukan beberapa gebrakan setiap mengadakan kontes burung. Awal penyelenggaraan tahun 2015 yang lalu, KLI Bengkulu menerapkan penilaian kekekan burung LB minimal 3 detik baru mendapatkan penilaian dari dewan juri.

“Itu juga diterima positif oleh para Kicau Mania,” jelasnya.

Ditahun 2016, KLI Bengkulu pertama kali mengadakan Beuty Contes (BC) di Pulau Sumatera, bahkan Presiden KLI yang merupakan para pendiri terbentuknya KLI, Beni Rustam datang ke Bengkulu untuk mendukung.

“Kita untuk Sumatera yang pertama mengadakan BC dan selanjutnya di ikuti provinsi lain,” ucapnya.

Gebrakan dari pengurus KLI dalam sebuah penilaian burung LB, bukan semata-mata keperluan pribadi atau kelompok, namununtuk menjawab keluhan yang selalu diutarakan para kicau mania Bengkulu yang kecewa kepada penyelenggara.

“Untuk itulah kami sebagai sebuah komunitas tidak ingin mengecewakan para Kicau Mania ketika mengikuti acara yang kami buat,” tutupnya.(614)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*