Gelanggang Sabung Ayam Beromzet Jutaan Digerebek

19 Orang Diciduk, 19 Ayam dan 20 Motor Diamankan

DIAMANKAN: Para penjudi sabung ayam dan judi dadu ketika diamankan di Mapolda Bengkulu, Jumat (11/11). (Foto ERICK/BE)

BENGKULU, BE – Salah satu gelanggang judi sabung ayam dan dadu yang beromzet jutaan rupiah berada di Jalan Manggis I Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, digerebek olah anggota kepolisian gabungan dari Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimim) Polda Bengkulu, Dit Sabhara, Polres Kota Bengkulu dan Polsek Gading, Jumat (11/11).

Dari penggerebekan tersebut, 19 orang penjudi ditangkap, 1 diantaranya mengaku sebagai aparat. Kemudian, 19 ekor ayam, 20 unit motor, uang Rp 4 juta diduga uang taruhan, puluhan unit handphone, batu dadu, serta barang bukti lainnya ikut diamankan.

Lokasi judi sabung ayam itu terungkap berdasarkan informasi warga yang merasa resah dengan aktivitas haram tersebut. Selanjutnya, dipimpin Kasubdit Jatanras Polda Bengkulu, AKBP Max Marinersi, aparat penegak hukum bergerak menuju lokasi.

Saat mengetahui lokasi judi digerebek, ratusan penjudi yang sedang asik berjudi langsung kocar-kacir berlarian, sehingga anggota gabungan hanya bisa mengamankan 19 orang pelaku dan beberapa barang bukti yang saat ini langsung diamankan di Mapolda Bengkulu.

Sementara, hingga pukul 21.00 WIB tadi malam, anggota gabungan masih melakukan penyisiran. Tampak Wadireskrimum Polda Bengkulu, AKBP Ahmad Tarmizi, langsung memantau situasi di TKP sabung ayam.

Direskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pol A Rafik SE MH melalui Kasubdit Jatanras AKBP Max Mariners mengatakan, penggerebekan yang mereka lakukan hari ini (kemarin,red) dilakukan secara mendadak karena adanya laporan dari masyarakat. “Kami mendapatkan laporan, kami langsung mendadak melaksanakan razia gabungan dari Subdit Jatanras, Di Sabhara, Polres, dan Polsek,” jelasnya.

Dalam penangkapan, dikabarkan ada oknum aparat yang tertangkap. Menanggapi hal tersebut, Max Mariners mengaku, pihaknya belum mengetahui apakah yang mereka amankan ada oknum, karena belum melihat identitas yang ada pada para pelaku. “Memang ada beberapa yang mengaku bahwa mereka salah satu dari personel aparat, tetapi kita belum mengetahui benar atau tidak,” ujarnya.(614)