Gedung Taman Budaya Memperihatinkan

tamab-budaya-2
BENGKULU, BE – Hampir semua gedung Taman Budaya Provinsi Bengkulu rusak parah akibat tidak mendapatkan perbaikan. Kerusakaan tidak hanya terdapat pada plafon, tetapi juga dinding dan atapnya.

Kepala Taman Budaya Provinsi Bengkulu, Buyung Asril mengatakan, sejak dibangun sekitar tahun 1982 Taman Budaya ini tidak pernah mendapatkan pemeliharaan yang signifikan. “Gedung-gedung ini tidak pernah direnovasi, atapnya rata-rata bocor semua, bahkan ada plafon yang hampir roboh,” jelasnya. Selain itu, sarana penunjang lainnya juga tidak terawat, seperti kursi yang sudah tidak bisa dipakai lagi, air, WC, dan lampu penerangan.

“Taman Budaya ini memiliki 7 buah gedung, yakni gedung kantor, gedung musik, gedung tari, gedung teater tertutup, gedung olahseni, dan gedung pameran. Yang paling parah rusaknya itu gedung pameran, karena gedung itu sudah bocor, pintu dan jendelanya sudah lapuk semua. Saya khawatir atapnya itu bisa ambruk,” bebernya.

Buyung juga mengeluhkan terkait dengan sumber air bersih Taman Budaya ini yang masih mengandalkan sumur gali, bukan PDAM. Selain itu, sanitasinya juga sudah tidak memungkinkan lagi, towernya ada 2 tapi semuanya itu sudah karat dan lapuk.

Lanjutnya, saat ini upaya nyata yang sudah dilakukan hanya sebatas mengajak para penggiat seni yang beraktivitas di Taman Budaya tersebut untuk sama-sama menjaga kebersihan.

Selain itu, pihaknya juga telah berulang kali mengajukan anggaran agar gedung tersebut bisa direnovasi dan semua sarana dan prasarananya dapat di lengkapi.

“Ke depan, kami berharap Pemrov mau memperhatikan lebih serius lagi Taman Budaya ini agar para seniman-seniman Bengkulu memiliki tempat yang layak untuk mereka menuangkan kreatifitasnya,” harap Buyung.

Terpisah, Andika Eri Putra, salah seorang penggiat seni Bengkulu juga berharap ada sinergitas antara pemerintah dengan para penggiat seni di Bengkulu untuk mendukung semua karya-karya seniman Bengkulu.

Terkait dengan kondisi gedung Taman Budaya saat ini, ia berharap pemerintah segera menganggarkan dana untuk merenovasi gedung yang semakin hari semakin rusak itu. “Perhatian pemerintah terhadap seniman Bengkulu ini bisa ditunjukkan dengan adanya perbaikan gedung Taman Budaya ini,” tukasnya.(cw1)