Gedung IGD RS DKT Bengkulu Diresmikan

Kakesdam II Sriwijaya saat meninjau gedung baru RS DKT
Kakesdam II Sriwijaya Kolonel Ckm dr. Jajang Edi Priyanto saat meninjau gedung baru RS DKT

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Gedung Intalasi Gawat Darurat (IGD), PPK-1 Klinik Pratama Hesti dan Poli Speasialis Rumah Sakit DKT Bengkulu diresmikan, Rabu (21/10/2015). Peresmian ditandai dengan pendatanganan prasasti pembangunan gedung oleh Kepala Kesehatan Kodam (Kakesdam) II/ Sriwijaya Kolonel Ckm dr. Jajang Edi Priyanto dan Komandan Korem 041 Gamas Bengkulu Kol. Inf. Fajar Budiman serta pengguntingan pita oleh Ketua Persit KCK Ranting 5/kes dan Ketua Persit Koorcab Rem 041/Gamas.

Kakesdam II/ Sriwijaya Kolonel Ckm dr. Jajang Edi Priyanto mengatakan, dengan penambahan sarana gedung di RS DKT Bengkulu ini dapat meningkatkan pelayanan terhadap pasien. Saat ini RS DKT Bengkulu masih berada di 4 besar dari 6 RS di jajaran Kesdam II Sriwijaya.

“Jadi selama ini DKT Bengkulu sangat tertinggal di jajaran Kesdam II Sriwijaya dari 6 Rumah sakit yang kita miliki itu ranking ke 6. Namun 2 tahun belakangan ini dia bisa melonjak ke 4 besar,” terangnya.

Kakesdam berharap dengan dukungan penuh dari Danrem dan Stakeholder yang ada di Bengkulu, RS DKT Bengkulu dapat melejit setidaknya 3 besar di jajaran Kesdam II Sriwijaya setelah Jambi dan Palembang. Untuk bisa menduduki peringkat 3 besar harus didukung dengan sarana dan prasarana yang betul-betul lengkap.

“Untuk Bengkulu ini akselarasi sudah bagus. Saat ini sudah membangun sarana dan prasarana. Tapi tanpa bantuan dari stakeholder dalam hal ini Danrem dan pihak pemerintah daerah, saya pikir untuk mencapai kearah itu sangat sulit sekali,” jelasnya.

Ditekankan Kakesdam, pada tahun 2017 seluruh rumah sakit di seluruh Indonesia harus melaksanakan akreditasi sedangkan di jajaran Kesdam II Sriwijya yang baru diakreditasi adalah RS yang ada di Jambi kemudian akan disusul rumah sakit yang ada di Palembang dan Lampung.

“Dan saya berharap rumah sakit TK.IV 02.07.01 Zainul Arifin Bengkulu (RS DKT Bengkulu) ini juga bisa menyusul untuk akreditasi. Sebab apabila tidak terakreditasi izin operasional rumah sakit tidak dikeluarkan,” terangnya. (Dil)