Gawat! 95 Persen Produk Pangan UMKM Belum Berstandar SNI

220820_85345_diskusi_bpom
Kepala BSN Bambang Prasetya dan Kepala Badan POM Penny Kusumastuti Lukito?. Foto: Mesya Mohammad/JPNN

JAKARTA–Hasil produk pangan dari industri kecil menengah masih banyak yang belum berstandar nasional Indonesia (SNI).

Itu artinya keamanan pangannya belum terjamin, baik dari sisi proses produksi, mutu, maupun nutrisi.

“?Kepedulian UMKM untuk mengurus SNI memang masih rendah. Dari jutaan UMKM, yang punya keinginan mengurus SNI baru sekitar lima persen. Ini yang jadi perhatian BSN untuk bekerja sama dengan Badan POM dalam upaya meningkatkan standar keamanan pangan,” kata Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya dalam talkshow bertajuk Pentingnya Penerapan Standar Keamanan Pangan dan Regulasi pada UMKM Pangan di Jakarta.

Dia menyebutkan, bila semua UMKM sudah menerapkan standar ke?amanan pangan, nanti yang membedakan adalah service-nya.
Sebab, service menjadi faktor utama selain standar-standar keamanan pangan.

“Saya ingat empat tahun lalu masyarakat kenal SNI hanya helm doang. Kemudian muncul brosur yang menyebutkan SNI bukan cuma helm tapi ada lainnya, seperti tabung gas, kompor gas, dan lainnya,” tuturnya.

Bambang menambahkan, ada 9000 SNI yang tujuannya melindungi konsumen.? Hanya saja masih sebagian besar belum dilaksanakan.
Itu sebabnya, BSN menggandeng Badan POM untuk penerapan standar keamanan pangan kepada UMKM pangan.

Kepala Badan POM Penny Kusumastuti Lukito? menyatakan, dalam sinergi dengan BSN, pihaknya fokus pada pembinaan? kepada UMKM.

Terutama tentang bagaimana meningkatkan kualitas produksi, standar mutu, standar nutrisi.?

Di era perdagangan bebas, kompetisi makin besar dan banyak produk pangan olahan yang masuk ke Indonesia tapi tanpa izin edar.

“Di sini sinergitas BPOM dengan BSN sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan pangan. BPOM akan masuk ke izin edar. Sedangkan dari sisi kualitas produksi, standar mutu, standar nutrisi BPOM bekerja sama dengan BSN,” terangnya. (esy/jpnn)