Gas Melon Langka

Warga Kesulitan Isi Ulang

ILUSTRASI GAS MELON

CURUP, BE– Warga Kabupaten Rejang Lebong mulai kesulitan untuk menemukan isi ulang tabung gas elpiji ukuran 3 Kg atau gas “Melon”. Bahkan sulitnya untuk mencari isi ulang tabung gas melon tersebut sudah terjadi sekitar satu bulan terakhir. “Iya memang saat ini kita susah sekali untuk mencari isi ulang gas ukuran 3 Kg,” ungkap Riko (29) warga Kelurahan Talang Rimbo Lama Kecamatan Curup Tengah, kemarin (3/11).

Bahkan untuk mencari isi ulang tabung gas 3 Kg tersebut, ia harus berkeliling, ke sejumlah warung atau pangkalan Elpiji yang ada di Kota Curup. Selain susahnya mencari tabung isi ulang, harganya pun ikut melambung, bila selama ini pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (Het) untuk elpiji 3 Kg diwilayah Kota Curup sebesar Rp 18 ribu, namun saat ini sudah mencapai Rp 25 ribu.

“Karena susah, maka harganya ikut naik, menjadi Rp 25 ribu, karena kita membutuhkannya sehingga kita tidak bisa tidak harus tetap beli meskipun harganya mahal,” tambah Riko.

Senada dengan yang disampaikan Riko, Hasan (50) salah satu penjual gas Elpiji 3 Kg, mengaku selama satu bulan terakhir stok Elpiji 3 kg yang disuplai pangkalan ke warung miliknya memang berkurang. Dimana menurutnya dalam seminggunya ia hanya diberi jatah 5 tabung, namun terkadang bahkan tidak dikirim sama sekali.

“kalau sekarang, suplai yang masuk tabung ini sudah jarang, masih untuk dalam seminggunya kita diberi 5 tabung,” jelas Hasan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait dengan langkanya isi ulang tabung gas 3 Kg ini, Kasi Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rejang Lebong, Nahwan SH mengakui bahwa selama beberapa minggu terakhir isi ulang tabung gas elpiji 3 Kg memang dikelurhkan warga karena susah ditemukan.

Terkait dengan susahnya mencari isi ulang tabung gas 3 Kg ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah agen elpiji yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Dari koordinasi yang dilakukan tersebut, diketahui bahwa saat ini memang ada pengurangan kuota dari Pertamina, hanya saja menurut Nahwan jumlahnya tidak signifikan.

“Memang ada pengurangan kuota dari pertamina, namun pengurangan hanya sedikit,” jelas Nahwan.

Diungkapkan Nahwa, adanya pengurangan kuota isi ulang tabung gas ukuran 3 Kg tersebut lantaran saat ini pemerintah tengah melakukan upaya pengalihan penggunaan tabung gas dari ukuran 3 Kg menjadi 5 Kg. Karena menurut Nahwan selama ini tabung has ukuran 3 Kg banyak digunakan oleh masyarakat yang tidak layak menggunakan tabung ukuran tersebut.

Sementara itu, terkait dengan mekanisme konversi tabung gas 3 Kg ke 5 Kg ini, sendiri menurut Nahwan, hingga saat ini belum diketahui, karena menurutnya belum ada petunjuk dari Pertaminan. Namun menurut Nahwan, saat ini sejumlah agen sudah menerima tabung gas ukuran 5 Kg yang berwarna merah jambu. “Untuk tabung gas 5 Kg, saat ini sudah ada diterima agen, namun untuk mekanisme pengalihannya kita belum terima apakah ditukar dengan tabung gas 3 Kg atau seperti apa, karena belum ada petunjuk yang disampaikan dengan kita,” akhir Nahwan.(251)