GAPKI Bengkulu Dukung Program Pajale

Siap Duduk Bersama Carikan Solusi

Gapki bengkulu
JOS HENDRI/BE
BUKU : Ketua GAPKI Cabang Bengkulu, John Irwansyah Siregar (Kanan) saat menyerahkan buku Mitos dan Fakta mengenai sawit kepada GM BE, Suherdi Marabillie (Kiri) di Sekreteriat GAPKI Bengkulu (13/02).

BENGKULU, BENGKULU EKSPRESS – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Bengkulu, mendukung secara penuh atas program dari Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dalam hal ini Direktur Jenderal (Dirjend) Tanaman Pangan pada program upaya khusus (upsus) swasembada pangan dengan fokus pengembangan tiga komoditas, yakni padi, jagung, dan kedelai (pajale). Bahkan GAPKI siap untuk duduk bersama dengan beberapa pihak terkait guna mencarikan solusi sebagai bentuk dukungan terhadap program pajale ini.

” Kami dari perusahaan sawit khususnya yang tergabung dalam organisasi GAPKI, siap mendukung secara penuh setiap program dari pemerintah, terutama program pengembangan pajale “, sampai Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Bengkulu, John Irwansyah Siregar, di kunjungan SKH Bengkulu Ekspress (BE) ke sekreteriat GAPKI Cabang Bengkulu Jln. Seruni 232. Padang Harapan, Bengkulu, Kota Bengkulu (13/02).

John menceritakan pada pertemuan yang digelar oleh dirjend tanaman pangan, Sumarjo Gatot Irianto beberapa waktu lalu dengan pihak perwakilan GAPKI ada sedikit discommunication, dimana seolah – olah GAPKI tidak serius untuk mendukung program pemerintah terkait pengembangan pajale dengan sistem tumpang sari pada perusahaan perkebunan kelapa sawit.

John menerangkan, pada prinsipnya GAPKI Cabang Bengkulu mendukung setiap program pemerintah, tetapi karena tidak ada lahan yang tersisa dari Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki oleh keanggotaan GAPKI Cabang Bengkulu, dan sudah tidak memungkinkan untuk tumpang sari jagung di perkebunan sawit yang sekarang ini.

Hal ini, mengingat perusahaan perkebunan sawit yang tergabung dalam GAPKI Bengkulu merupakan perusahaan perkebunan lama, dimana pohon sawit yang ada di perkebunan sudah besar dan tinggi serta pelepah daunnya sudah banyak, sehingga cahaya matahari tidak bisa menembus pelepah daunnya, jadi tidak memungkin untuk bercocok tanam dibawahnya.

Selain itu kendala lainnya, ungkap John, ternak warga juga banyak berkeliaran di area perkebunan sawit serta masih banyaknya hama babi yang akan menjadi kendala lain juga bagi tanaman jagung. Kalau pun ada perkebunan yang melakukan peremajaan atau replanting, kebanyakan menggunakan dengan system under planting, jadi tidak memungkinkan untuk disisipin tanaman jagung, ungkap John.

GAPKI Cabang Bengkulu sebenarnya sangat konsen pada program pemerintah dalam meningkatkan swasembada berbagai jenis komoditi yang saat ini menjadi pilihan untuk menjadi komoditi unggul, kendati Gapki Cabang Bengkulu masih mempejari tata cara bercocok tanam pada lahan yang saat ini kelapa sawitnya sudah besar, tutup John, ( Cik7 ).

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*