Galian C Diduga Ilegal Distop, Pemilik Lahan dan Operator Diamankan

galian Cpinggir sungai ancam sawah petani smallMUKOMUKO, Bengkulu Ekspress – Aktivitas penambangan pasir diduga ilegal yang berlokasi  di RT 2 Kelurahan Koto Jaya Kecamatan Kota Mukomuko, kemarin (16/11) distop pihak Polres Mukomuko.  Selain menghentikan aktivitas penambangan, polisi juga mengamankan pemilik lokasi penambangan berinisial ED dan  OY selaku operator alat berat jenis ekskavator.  Keduanya langsung dibawa ke Polres Mukomuko untuk dimintai keterangan.  Dari keterangan sementara dan pengakuan  kedua orang  tersebut, bahwa alat berat itu sengaja disewa untuk membuat kolam air tawar.

“Kalau keterangan sementara dari orang yang dimintai keterangan itu  untuk membuat kolam air tawar,” kata Kapolres Mukomuko, AKBP Sigit Ali Ismanto SIK.

Untuk mengetahui lebih lanjut aktivitas tersebut, kata Kapolres,  penyidik masih meminta keterangan lebih lanjut. Sehingga dalam proses yang dilakukan tidak menyalahi aturan yang berlaku.

“Kita belum dapat menyimpulkan itu kegiatan galian C diduga ilegal atau tidak. Yang jelas untuk sementara aktivitas penggalian dan pengambilan pasir tersebut masih pengumpulan data dan keterangan dari pihak – pihak terkait. Untuk sementara aktivitasnya  dihentikan,” pungkas Kapolres. Terpisah, Ketua RT 02 Kelurahan Koto Jaya, Alfian Tanjung  mengaku, tidak pernah menerbitkan  rekomendasi  atau lainnya terkait aktivitas tersebut.

“Saya tidak tau sama sekali kalau ada alat berat dan mobil truk mengangkut pasir  yang diduga untuk dijual tersebut,” akunya.

Dikarenakan persoalan itu telah ditindaklanjuti kepolisian. Ia selaku Ketua RT di wilayah tersebut menyerahkan sepenuhnya ke pihak penegak hukum.

“Ketika pihak kepolisian turun ke lokasi, saya juga ikut ke lokasi. Pemilik lahan bersama operator alat berat dibawa ke kantor polisi dan aktivitas dihentikan,” ungkapnya. (900)