Galian C Ancam Sawah Warga

Herman
Herman

MANNA, Bengkulu Ekspress – Warga Desa Kembang Ayun Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), meminta kegiatan galian C di Kelurahan Gunung Ayu, Kota Manna dihentikan. Pasalnya menurut warga, galian C tersebut, telah mengancam keberadaan sawah dan kebun warga.

“Semenjak galian C di Kelurahan Gunung Ayu, Kota Manna beroperasi, saat in sawah dan kebun warga kami terancam abrasi,” kata Kades Kembang Ayun, Herman, Rabu (12/4/2017).

Menurut Herman, keberadaan galian C ang sudah beroperasi 3 tahun lalu tepat di bagian hilir desanya. Akibatnya sawah warga seluas 25 hektar yang tidak jauh dari lokasi galian C sudah mulai terkena dampaknya. Sebab sebagian sudah terkena abrasi. Tidak hanya itu, kebun warga juga terancam rusak.

“Keluhan ini sudah kami laporkan ke Polres Bengkulu Selatan Januari 2017 lalu, kami berharap ada tindaklanjutnya,” ujarnya.

Jika galian C tersebut ada izinnya, Herman berharap pemilik usaha galian C bisa memasang beronjong di sepanjang sungai. Sehingga abrasi tidak meluas. Namun jika tidak ada izinnya, ia berharap ada evaluasi terhadap keberadaan galian C itu.

“Kalau bisa minimal dipasang beronjong di bagian hulu lokasi galian C agar sawah dan kebun warga tidak rusak,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Ordviva SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Rizqi Akbar didampingi Kanit Tipiter, Ipda Kusyadi membenarkan adanya laporan tersebut.

Namun kata dia galian C itu sudah lengkap perizinannya. Sehingga Senin ini direncanakan akan dilakukan mediasi antara warga dengan pemilik usaha galian C. “Laporan warga yang mengeluhkan keberadaan galian C sudah kami terima. Untuk perizinan, usaha ini sudah mengantongi izin, oleh karena itu, Senin (17/4/2017), kami akan mediasi antara warga dengan pemilik usaha galian C di Mapolres Bengkulu Selatan agar didapat solusi terbaik,” ujar Kusyadi.(369)