Gaji Guru PAUD Memprihatinkan

ramai-politik-uang-muncul-istilah-npwp-di-pemilu-2014KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Kondisi  gaji guru  Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Kepahiang memprihatinkan. Soalnya,  dalam perbulan guru PAUD  hanya  menerima gaji Rp 150.000. Keadaan tersebut tentunya sangat tidak mencukupi memenuhi kebutuhan sehari-hari guru PAUD tersebut. Orang tua wali murid, terutama   di kawasan pedesaan keberatan bila PAUD memungut biaya bulanan selama anak-anaknya menempuh pendidikan di PAUD.

Diungkapkan  Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kepahiang, Saparudin, jika selama ini pengelola PAUD sangat kesulitan untuk mendapatkan anggaran guna meningkatkan gaji para tenaga pendidiknya.

“Yang perlu diketahui bila guru PAUD ini merupakan murni kerja sosial. Mereka bukan PNS, tetapi honor dengan gaji perbulan Rp  100 ribu sampai Rp 150 ribu. Inilah yang menjadi persoalan pengelolaan PAUD di Kepahiang,” ujar Saparudin.

Ia mengharapkan, agar orang tua wali murid PAUD tak keberatan, jika pihak pengelola PAUD meminta bayaran setiap bulan selama anak-anak mengikuti pendidikan di PAUD masing-masing desa.

“Dengan gaji saat ini untuk beli bedak aja tidak cukup, bagimana mau memenuhi kebutuhan lainnya,” sebutnya.

Dikatakannya,  saat ini di Kepahiang terdapat 470 orang guru PAUD dengan penyebaran hampir ke seluruh desa.  Jumlah tersebut cukup besar untuk dianggara APBD melalui Dikpora.

“Kalau di kita bisa menyediakan 900 ribu bantuan dana untuk PAUD pertahunnya. Kalau seluruh gaji guru PAUD dibebankan ke anggaran daerah tentunya belum memadai,” ucapnya.

Dikatakan Saparudin, lebih layaknya gaji guru PAUD diatas Rp 1 juta perbulannya. Sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan baik. PLS sendiri setiap tahunya selalu mencarikan anggaran untuk pengembangan 130 PAUD di Kepahiang baik melalui anggaran di miliki maupun mengupayakan anggaran dari pusat.

“Tahun  2016 ini, kita mendapatkan bantuan 4 PAUD dari pusat dan tahun  2017  saya usulkan sebanyak 10 PAUD, semoga dapat diakomodir oleh pusat,” harapnya.

Saparudin juga mengingatkan, kepada masing-masing Kepala Desa (Kades) agar tidak takut untuk memberikan bantuan dana operasional pengelola PAUD dimasing-masing desa. Karena tidak melanggar aturan, supaya para guru PAUD bisa mendapatkan penghasilan layak.

“Dana Desa itu bisa digunakan untuk insentif gurunya,  jadi Kades jangan ragu-ragu untuk membantu pengelolaan PAUD di pedesaan itu,” ungkapnya. (320)