Kamis, 6/12/2012 - 15:34 WIB
Berita Utama / DIKBUD | mfirdaus - Bengkulu Ekspress

Forum Bidikmisi Dihadiri 500 Mahasiswa Berprestasi se-Indonesia

Beasiswa Pendidikan untuk Mahasiswa Miskin (Bidikmisi) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah memasuki tahun ke-3 pada 2012 ini. Program beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ini dimulai pada tahun 2010, sebagai salah satu program unggulan dari Kementerian Pendidikan Nasional (saat itu), yang dicetuskan Mohammad Nuh sebagai Menterinya.

Tahun ini, melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kemdikbud menyelenggarakan Forum Bidikmisi Nasional yang dihadiri hampir 500 mahasiswa penerima Bidikmisi berprestasi dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang diberi nama Forum Bidikmisi Nasional tersebut diadakan selama empat hari, pada 5 – 8 Desember 2012. Pembukaannya berlangsung pada Rabu malam (5/12), di Gedung D Kemdikbud, Jakarta, oleh Mendikbud Mohammad Nuh, didampingi Dirjen Dikti Djoko Santoso, dan dihadiri juga oleh rektor-rektor PTN serta perwakilan perusahaan yang mendukung program Bidikmisi.

Dalam laporannya, Dirjen Dikti Djoko Santoso mengatakan, hingga tahun 2012, jumlah mahasiswa penerima Bidikmisi mencapai 91.412 orang. Para mahasiswa tersebut memiliki prestasi yang bagus.

“85 persen di antaranya memiliki IPK di atas 2,75. Kemudian mahasiswa yang hadir pada hari ini kita pilih yang luar biasa. Yaitu pertama, mereka yang memiliki IPK 4,0. Di antara mereka ada juga mahasiswa yatim piatu dengan IPK 3,6. Di luar itu, adalah mahasiswa lain dengan bakat luar biasa di bidang seni, olahraga, pengembangan sains, menulis, dan pemenang kompetisi di tingkat nasional dan internasional. Termasuk mahasiswa yang diberikan afirmasi seperti dari Papua,” ungkap pelaksana tugas Rektor Universitas Indonesia tersebut.

Djoko merinci, dalam Forum Bidikmisi Nasional ini, mahasiswa dengan IPK 4,0 berjumlah 146 orang. Terdiri dari 99 orang perempuan dan 47 orang laki-laki. Kemudian dari mahasiswa yatim piatu dengan IPK 3,6 berjumlah 278 orang. Terdiri dari 178 perempuan dan 100 laki-laki. Sedangkan mahasiswa dengan prestasi lain, namun tetap memiliki IPK bagus, yaitu di atas 3,0, berjumlah 14 orang yang terdiri dari 8 orang perempuan dan 6 orang laki-laki.

Sementara mahasiswa dengan IPK tertinggi di luar kriteria-kriteria tersebut berjumlah 41 org. Terdiri dari 21 orang perempuan dan 20 orang laki-laki. Sedangkan mahasiswa yang diberikan afirmasi dari Papua ada 6 org. Terdiri dari 3 orang perempuan dan 3 orang laki-laki.

Program kegiatan yang akan diikuti mahasiswa Bidikmisi dalam empat hari di antaranya menerima materi dan berdiskusi dengan tokoh-tokoh yang sudah berhasil dalam bidang kepemimpinan dan kewirausahaan. Peserta juga akan mengikuti kunjungan wisata pendidikan. Selain itu, bersama Mendikbud, peserta akan menghadiri program televisi Bukan Empat Mata di Transtv. “Kemudian malam terakhir ditutup dgn sharing and caring,” ujar Djoko.

Ia menuturkan, dengan pertemuan ini, diharapkan para penerima Bidikmisi menjadi lebih termotivasi untuk belajar dan terinspirasi. Dan sanggup menjawab tantangan bangsa di masa yang akan datang.

Sementara dalam sambutannya, Mendikbud M. Nuh mengatakan, para penerima Bidikmisi diharapkan bisa menjadi agent of change atau agen perubahan. “Bukan sekedar menjadi pemimpin Indonesia, tetapi kita yakin seyakin-yakinnya, di samping memiliki kesempatan untuk menjadi agen perubahan di Indonesia, kita juga yakin akan menjadi agen perubahan dunia. Itulah bidikmisi,” katanya dengan penuh semangat.

Menteri Nuh juga mengatakan, adanya Bidikmisi bisa mematahkan satu tesis yang berkembang di masyarakat. Yaitu tesis jika kita memiliki keterbatasan ekonomi, maka kita tidak bisa berkembang. Meskipun penerima Bidikmisi berada dalam kondisi keterbatasan ekonomi, tapi mereka memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. “Kita buktikan kalau kita memiliki masa depan, bisa mengubah indonesia,” tutur mantan Rektor ITS tersebut.

Menteri Nuh juga menegaskan, program Bidikmisi tidak akan dihentikan meskipun dirinya tidak lagi menjabat sebagai Mendikbud. “Kegiatan Bidikmisi adalah kegiatan yg tidak bisa di-stop. Karena kita merasakan betapa nikmatnya bisa membahagiakan orang,” ucapnya yang disertai tepuk tangan semua peserta.

Ia menambahkan, Kemdikbud melihat Bidikmisi sebagai program unggulan kementerian yang mengemban misi mencerdaskan bangsa. Bahkan dalam setiap kunjungan kerja menteri ke daerah-daerah, selalu dimasukkan agenda kunjungan ke PTN untuk bertemu dengan para penerima Bidikmisi, bahkan agenda kunjungan ke rumah para mahasiswa penerimanya.(kemdiknas.go.id)

© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved