Firdaus : Produk UKM Lokal Kita Pasarkan di Indomaret

Doni/Bengkulu Ekspress Rapat antara pihak Indomaret dengan Komisi III DPRD Kabupaten Kepahiang, guna mendapatkan perizinan operasional untuk dua unit gerai baru di Kecamatan Ujan Mas dan Kelurahan Pasar Tengah, kemarin (19/12).
Doni/Bengkulu Ekspress Rapat antara pihak Indomaret dengan Komisi III DPRD Kabupaten Kepahiang, guna mendapatkan perizinan operasional untuk dua unit gerai baru di Kecamatan Ujan Mas dan Kelurahan Pasar Tengah, kemarin (19/12).

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Ditengah polemik perizinan penambahan dua unit gerai baru PT Indomarco Prismatama (Indomaret) tak mengendurkan langkah untuk pengembangan usaha di Kabupaten Kepahiang. Pihak Indomaret sendiri langsung melaksanakan launching produk-produk UKM lokal, agar dapat dipasarkan melalui unit usaha mereka. Peresmian dilaksanakan, Rabu (20/12) di Kantor Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM.

Kuasa Direksi Indomaret Provinsi Bengkulu, Firdaus Jailani mengatakan, pihaknya sudah mengajukan proses perizinan sesuai prosedur, yang telah dilaksanakan secara tetap dan memenuhi kewajiban untuk mendapatkan izin.

“Saya lagi di Jakarta, saya belum tahu perkembangannya, kita lagi fokus ke CSR dan lainnya,” ucap Firdaus.

Lebih lanjut, Firdaus mengatakan, perihal izin gerai baru di Kecamatan Ujan Mas dan Kelurahan Pasar Kepahiang Kecamatan Kepahiang masih dalam proses. Sehingga pihaknya menunggu izin diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang. Mengenai pembangunan gerai yang sedang berlangsung merupakan persiapan pihaknya akan dapat menjalankan toko baru. “Kalau sekarang lagi siap-siap saja, yang jelas kita akan ekspose untuk produk UKM lokal nanti,” katanya.

Selanjut, Indomaret juga memberikan beasiswa pendidikan untuk 40 orang, yang akan diselenggaran tangal 27 Desember mendatang. Merupakan bagian kepedulian perusahaan Indomaret akan masyarakat di Kabupaten Kepahiang. Tetapi dirinya menolak mengakui jika kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memenuhi syarat untuk mendapatkan izin operasional dua unit gerai baru. “Saya rasa tidak juga demikian, tetapi ini memang bagian dari komitmen kita,” ujarnya.

Sementara Anggota DPRD Kepahiang Edwar Samsi SIp MM menilai, polemik Indomaret terjadi karena pemerintah kabupaten Kepahiang tidak tegas dalam bersikap. Sehingga terkesan tak bernyali menyikapi usulan penambahan gerai Indomaret.

“Seharunya penambahan gerai Indomaret harus ditegaskan berapa harus ditambah.

Itu namannya tidak bernyali, sudah diberikan ke longgaran, tetapi minta lagi,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, bahwa pemerintah kabupaten Kepahiang berhak menegur dan meminta pihak Indomaret memasarkan produk UKM dari Kepahiang.

“Mana hasil evaluasi dari dinas terkait, masa Indomaret tidak mau memasarkan produk UKM asal Kepahiang, saya saja ke Jakarta ikut serta memasarkan produk UKM Kepahiang seperti jagung marning, kopi asal Kepahiang, bahkan kepala daerah dari kabupaten landak saja suka dengan produk asal Kepahiang, masa Indomaret tidak,” ucap Edwar. (320)