FB MB 1 Bantah Black Campaign

2

BENGKULU, BE– Adanya laporan tim kampanye Ridwan Mukti 1 (RM 1) ke badan pengawas pemilihan umum (bawaslu) sebanyak 2 kali dan dilaporkan pula ke Polda Bengkulu, atas kasus dugaan kampanye hitam di media sosial Facebook (FB) pada Senin (5/10) lalu diklarifkasi. Pemegang admin dari grup di FB MB 1, Zetriansyah SH didampingi Kuasa hukumnya dari LBH Raflesia Sarmidi SH MH dan Liana Haryani Pasaribu SH memberikan klarifikasi kepada awak media atas laporan tersebut. Dalam keterangannya, Zetriansyah membantah FB MB 1 melakukan black campaign. Sebab, grup FB yang dipegangnya bukan bertujuan untuk kampanye hitam.

“Saya melakukan klarifikasi terkait pemberitaan beberapa hari ini, terkait adanya lapor melapor oleh salah satu tim kampanye kandidat calon gubernur (Cagub) Bengkulu ke Polda terkait dengan komentar-komentar yang ada diakun media sosial,” kata Zetriansyah.

Lanjutnya, pihaknya selaku admin grup Menuju Bengkulu 1 akan mengklarifikasi beberapa hal, yakni bahwa grup Bengkulu Satu yang saat ini memiliki anggota 15 ribu orang lebih bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat Provinsi Bengkulu dalam menyambut pesta demokrasi pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur yang diselenggarakan pada 9 Desember 2015 mendatang. Pihaknya selaku akun grup juga akan bersikap dan berupaya netral dan sering mengimbau kepada seluruh anggota grup untuk berinteraksi dengan sehat dan santun.

“Terkait dengan adanya beberapa akun yang dilaporkan ke Polda oleh tim kampanye salah satu cagub, saya sangat prihatin. Sebab, hal ini dikhawatirkan dapat mematikan demokrasi dan akan berdampak kepada masyarakat,”ujarnya.

Masih kata Zetriansyah, beberapa kritik yang ada didalam group tersebut telah membuka mata masyarakat terkait keberhasilan dan kekurangan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Terkait isu dugaan black campaign, ia melihat masih dalam tatanan yang wajar, sebab dalam kompetisi suatu kewajaran apabila salah satu tim ada kritik dan kekecewaan terhadap tim pasangan yang lainnya. Di group MB 1 itu bukan hanya pasangan dari calon RM-Satu saya yang mendapat serangan isu negatif, namun pasangan SBN-Mujiono juga mendapat serangan dan isu negatif yang serupa. Karena itu, pihaknya berharap masing-masing tim untuk bisa menahan diri dan tidak lagi berlanjut untuk saling melaporkan ke pihak penegak hukum.

“Terkait dengan adanya akun yang dilaporkan, saya meminta kepada pemilik akun untuk membuka identitasnya dan saya sudah berkoordinasi dengan LBH Bumi Raflesia apabila diperlukan untuk pendampingan secara hukum, mereka siap mendampingi,”jelasnya.

Ia pun menyatakan, jika Polda membutuhkan keterangan ia selaku admin group MB 1,siap memberi keterangan. Kendati demikian, pihaknya berharap agar tim kampanye RM- Satu bisa mencabut laporannya di Polda Bengkulu, karena di Medsos memang rentan terjadinya isu seperti itu. Karena itulah, pihaknya mengajak masyarakat untuk jeli dengan adanya isu mengenai dua pasang cagub Bengkulu. (927)