Facebook dan Instagram Jadi Media Promosi UMKM

Dewi CoryatiBENGKULU, bengkuluekspress.com – Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) bersama Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati menggelar bimbingan teknis (Bimtek) publikasi produk Kreatif dari pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) se Provinsi Bengkulu, Jumat (15/12/2017). Dalam kesempatan ini, Para peserta dilatih untuk memasarkan produknya sesuai dengan pangsa pasar masing – masing, salah satunya dengan melakukan penjualan melalui media sosial Facebook dan Instagram.

Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri BeKraf, Sape Sirait mengatakan, inti dari pemasaran sebuah produk adalah promosi, publikasi dan branding.

Banyak yang berpikiran jika tujuan publikasi hanya untuk memberitahukan produk saja. Namun, menurut Sape, publikasi sebenarnya tidak sesimpel itu. Publikasi bagian terpenting dari strategi pemasaran agar orang – orang mengetahui produk tertentu.

“Tanpa publikasi siapa yang akan tahu produk kita. Apalagi sekarang publikasinya bisa jorjoran lewat media anti mainstream. Tidak harus lewat media seperti TV atau media elektronik lainnya. Namun bisa dipasarkan lewat handphone, kan disitu banyak e-commerce bahkan ada aplikasi berjualan di facebook di twitter, instagram dan youtube,” terangnya.

Oleh karena itu, ia ingin pelaku usaha di Bengkulu beralih dari promosi menggunakan flyer, spanduk dan lain sebagainya ke media sosial.

“Nah itu tujuan kami mengadakan bimbingan teknis, sehingga teman – teman bisa terbuka cakrawala berpikirnya bahwa publikasi dan promosi tidak membutuhkan biaya besar, tetapi bisa sangat murah dan bisa dibaca oleh seluruh pengguna Handphone,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Dewi Coryati mengatakan, Bimtek yang diikuti oleh 100 pelaku usaha se Provinsi Bengkulu ini dilaksanakan selama dua hari. Para pelaku UMKM Bengkulu dilatih untuk melakukan pemasaran dengan baik.

“karena salah satu masalah penjualan adalah teknik pemasaran yang belum dikuasai,” ujar Dewi.

Dalam kesempatan ini BeKraf menghadirkan narasumber dari Trainer Mark Plus yang memang mumpuni dalam hal pemasaran. Setelah Bimtek publikasi produk kedepan para peserta juga akan diberikan training untuk mematenkan hak produk.

“Produk UMKM sangat perlu dipatenkan karena inilah yang akan menjamin seorang produsen mendapatkan manfaat dari produksinya sampai akhir hayatnya,” ungkap Dewi.

Untuk masalah keuangan, dikataan Dewi, para peserta juga akan dilatih bagaimana mengelola keuangan dengan baik termasuk untuk mengakses dana.

“Kita mau kedepan pelatihan ini berkesinambungan. Nanti ada pendampingan bagaimana cara mengakses dana. Saat ini sebenarnya untuk UMKM sendiri sudah ada kesempatan unutk bisa mendapatkan bantuan bantuan,” ungkap Dewi. (Dil)