Es Krim Goreng, Panas di Luar, Dingin di Dalam

es-krim-goreng-bengkulu
Rewa/Bengkulu Ekspress. KULINER: Sajian Kuliner Es Krim Goreng memiliki cita rasa yang berbeda saat kita mencicipinya.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Dibutuhkan kreativitas dalam menyajikan kuliner yang unik dan lezat. Ide-ide baru itu justru akan membuat orang penasaran untuk mencicipinya. Meski sudah booming sejak beberapa tahun lalu, es krim goreng masih punya banyak penggemar. Lantaran pelanggan masih berdatangan, pemain di bisnis ini juga gencar melakukan inovasi produk. Seperti dilakukan Siti Maysaroh (47), pemilik Es Krim Goreng yang berlokasi di daerah Tanjung Jaya Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu ini. Supaya produknya semakin diterima pasar, ia rajin mencoba berbagai rasa es krim dan menambah aneka topping.

Siti sudah mendirikan usahanya sejak 2013 la mengaku mendapatkan ide menjual es krim goreng dari internet. Ia mempelajari cara membuatnya juga dari internet. Awalnya ia menumouk dua roti tawar yang sudah dibuang pinggirannya. Lalu ia meletakkan dua scoop es krim berbagai rasa diatasnya dan membentuknya seperti bola. Lalu ia memasukkannya kembali ke dalam lemari es semalaman untuk digoreng keesokan harinya ketika ada pembeli.

Selain itu, ia memberi pilihan toppingnya yang bervariasi, seperti vanila, saus cokelat, saus strawberry, keju dan lain lain. Ia juga menambah varian rasa yang lainnya seperti rasa durian dan keju. Ia mengaku, inovasi produknya mendapat respon positif dari pasar.

Dengan hanya membayar Rp 8.000 per porsinya, pembeli sudah merasakan sensasi panas dinginnya es krim goreng buatanya. “Lapisan luarnya kita pakai roti tawar yang dibalut dengan tepung roti, di dalamnya es krim. Kita semua home industri dan dirancang khusus untuk es krim goreng jadi digoreng enggak cepat cair,” kata Siti kepada Bengkulu Ekspress, Senin (28/11).

Ia mengatakan dalam sebulan ia bisa mendapatkan penghasilan bersih Rp 3-4 Juta rupiah “Rata-rata dalam satu hari bisa mendapat Rp 200.000 – Rp 300.000 atau lebih kalau cuaca sedang cerah sekali”. Ujarnya lagi

Siti juga mengatakan kalau kedai es krim miliknya biasanya ramai dikunjungi oleh remaja dan anak-anak. Biasanya mereka menjadikan kedai es krim miliknya sebagai tempat bekumpul.

“Biasanya anak-anak remaja sama anak-anak kecil yang datang. Biasanya mereka kumpul-kumpul untuk ngobrol disini”

Kedai es krim goreng Bu Siti juga melayani pemesanan dalam jumlah banyak untuk berbagai acara. Ia mematok harga yang lebih murah bila pemesanannya cukup banyak sehingga konsumen tidak perlu membayar mahal untuk menikmati es krim goreng miliknya.(cw2)