Enggano Bakal Jadi Sentra Daging

 apri-bupati-dan-gubernur-melihat-permainan-tradisional-enggano

ENGGANO, BE– Upaya Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Bengkulu Utara (BU) untuk menjadikan Pulau Enggano sebagai daerah sentral produksi daging mulai mendapat angin segar. Bahkan rencana ini, juga disetujui Provinsi Bengkulu melalui dinas terkait.

Sehingga dalam pengembangan ini Kabupaten BU melalui Distanak menyediakan lahan seluas 50 Hektare (Ha), sedangkan Provinsi Bengkulu membangun sarana infrastruktur dan sapi untuk dikembangbiakkan. Upaya ini juga untuk menyongsong Wonderful Bengkulu 2020 mendatang.

Kepala Distanak BU Darlis SP mengatakan dalam pembangunan ini dengan sistem bagi antara BU dan Provinsi. Yakni Kabupaten BU mengurusi pembebasan lahan seluas 50 Ha. Kemudian provinsi membangun sarana dan prasarana, mulai dari pagar keliling, gedung, sumur, pengadaan sapi serta fasilitas pendukung lainnya. “Kita siapkan lahan, provinsi nanti yang bangun dan siapkan sapi nya,?? ujarnya kepada Bengkulu Ekspress (BE) saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menambahkan langkah awal yang telah dilakukan pihaknya yakni membuat proposal kegiatan. Bahkan untuk pembangunan tahap awal dibutuhkan dana sebesar Rp 25 Miliar. Kegunannya untuk pembebasan lahan, pengadaan sebanyak 1000 sapi, pagar keliling sekaligus fasilitas pendukungnya. “Setidaknya dana awal yang dibutuhkan sebanyak Rp 25 Miliar,” ungkapnya.

Keseriusan rencana ini, lanjutnya juga telah dibahas dalam rapat bersama Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) BU. Untuk itu, diharapkan pula dukungan dari Provinsi Bengkulu sehingga rencana ini dapat terwujud.

“Jika ini terwujud, maka pulau Enggano akan jadi daerah sentral produksi daging di Provinsi Bengkulu,” tuturnya.
Lantas kenapa harus di pulau Enggano, menurutnya lokasi di pulau Enggano sangat strategis, mulai dari segi keamanan serta penyakit lainnya. Apalagi Enggano merupakan daerah yang subur, sehingga tidak kekurangan pakan. “Di pulau Enggano keluar masuknya dapat terpantau. Jadi sangat aman dari pencurian,” terangnya.

Sedangkan bagi masyarakat sekitar yang ingin melakukan penggemukan, juga bisa dilakukan sistem gaduhan.

“Kalau masyarakat ingin penggemukan, nanti dibuat sistem gaduh saja. Yang jelas inti 1000 sapi yang ada tidak berkurang,” pungkasnya.(cw5)