Enam Korban Pasung Dievakuasi

evakuasi-korban-pasung-bupati
EVAKUASI: Korban pasung dievaluasi Dinsosnakertrans BS yang didampingi langsung Bupati BS, H Dirwan Mahmud SH, Senin (21/11).

KOTA MANNA, BE – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Bengkulu Selatan (BS) kembali melakukan evakuasi korban pasung. Evakuasi tersebut bersama dengan tim reaksi cepat (TRC) Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Kota Bengkulu dan Dinas Sosial Provinsi Bengkulu. Dalam evakuasi tersebut,sebanyak 6 korban pasung di BS yang dievakuasi.

“Hari ini (kemarin red), kami mengevakuasi 6 korban pasung,” kata Kadinsosnakertrans BS, H Darmin SE, Senin (21/11).
Menurut Darmin, ke-6 korban pasung tersebut yakni Guntur warga Desa Darat Sawah, Seginim, Ruslawati warga Desa Gunung Kayo, Bunga Mas, Arizon Putra warga Kelurahan Masat, Pino, Aris Marchoni warga Desa Padang Manis, Manna, Jandri warga Desa Suka Negeri, Air Nipis dan Yahar warga Desa Keban Jati, Ulu Manna. Pelaksanaan evakuasi tersebut digelar kemarin yang juga didampingi langsung Bupati BS, H Dirwan Mahmud SH. “Mudah-mudahan dengan adanya evakuasi korban pasung ini,ke depan BS bebas korban pasung,” harap Darmin.

Sementara itu, Bupati BS,H Dirwan Mahmud SH mengaku prihatin di BS saat ini banyak korban pasung. Menurutnya dari informasi yang diterimanya di Kecamatan Pino saya saat ini masih ada 35 lagi warga mengalami gangguan jiwa. Sehingga sebagian ada yang dipasung dan sebagian tidak. Tidak hanya itu dikecamatan lai juga masih ada.

“Laporan sementara yang saya terima di Kecamatan Pino masih ada 35 lagi warga mengalami gangguan jiwa, di Kecamatan lainnya pasti masiha ada, ” katanya prihatin.

Dengan masih adanya korban pasung di BS saat ini, Dirwan memerintahkan Dinsosnakertrans BS untuk mendata semuanya sehingga ke depan dapat dievakuasi. Dirinya mengaku biaya evakuasi tersebut akan dianggarkan pada APBD BS 2017. Untuk itu, jika ada warga korban pasung, dirinya juga meminta warga proaktif melaporkannya ke dinsosnakertrans dan dirinya agar bisa segera dievakuasi. Sebab ke depan dirinya tidak mau lagi mendengar masih ada korban pasung di BS.

“Ke depan orang mengalami gangguan jiwa jangan lagi dipasung namun segera dievakuasi ke rumah sakit jiwa, jika masih ada laporkan ke pemerintah agar bisa segera dievakuasi sebab tahun depan pemda BS akan menganggarkan dana untuk evakuasi korban pasung,” terang Dirwan. (369)