Empat Program Unggulan Bangun Rejang Lebong

 

DSC08367

SOSOK DR (HC) H Ahmad Hijazi SH MSi bukanlah sosok yang baru di Rejang Lebong pada khususnya, dan Provinsi Bengkulu pada umumnya. Pasalnya, Hijazi merupakan sosok pria yang pernah menjabat bupati Rejang Lebong priode 2000-2005. Namun sebelum itu ia juga pernah menduduki jabatan mentereng lainnya di pemerintahan maupun lembaga legislatif. Mulai dari Kasi di Dispenda Bengkulu Cabang Curup pada tahun 1978, hingga menjadi Anggota DPRD baik Provinsi Bengkulu maupun DPRD Rejang Lebong sendiri.

Pada Pilkada serentak yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2015 lalu. Pria yang akrab disapa Hijazi ini menggandeng Iqbal Bastari SPd MM, yang juga pernah menjabat Wakil Bupati Rejang Lebong priode 2005-2010. Dua tokoh Rejang Lebong ini maju dengan jalur Independen, dengan dukungan sebanyak 27.952 suara. Pada Pilkada 9 Desember lalu kedua pasangan ini meraih suara terbanyak dengan perolehan suara sebanyak 37.954 suara.

Dalam membangun Rejang Lebong lima tahun kedepan bersama Iqbal Bastari, Hijazi memiliki Visi menciptakan masyarakat Rejang Lebong yang cerdas, sehat, sejahtera dan taqwa kepada tuhan yang maha esa.

Dalam mewujudkan visi tersebut, menurut Hijazi ia sudah menyiapkan empat program unggulan, seperti yang ia telah sampaikan saat kampanye beberapa waktu lalu. Empat pilar program tersebut adalah sekolah gratis, berobat gratis, koperasi tanpa bunga dan bibit gratis.

Sekolah gratis yang dimaksud adalah, menggratiskan seluruh SPP untuk pelajar di Rejang Lebong mulai dari tingkat SD hingga SMP, baik untuk sekolah negeri maupun sekolah swasta. Karena menurut Hijazi, selama ini kendala besar pelajar tidak bisa melanjutkan jenjang pendidikan ke SMA karena masalah SPP yang harus dibayar setiap bulan, karena menurutnya untuk tingkat SD dan SMP SPP sudah digratiskan. SPP ini nanti akan disubsidi dari APBD Rejang Lebong. “Dengan sekolah gratis ini kita ingin mendorong anak-anak kita agar anak-anak Rejang Lebong bisa menjadi cerdas dengan minimal tamat SMA. Kita gratiskan semua baik untuk yang mampu atau tidak mampu, negeri atau swasta karena mereka semua adalah anak Rejang Lebong,” jelas Suami dari Fitri Hertikasari SE tersebut.

Lebih lanjut bapak enam orang anak ini menjelaskan, program selanjutnya adalah program brobat gratis. Program berobat gratis yang akan ia lakukan adalah bentuk dari implementasi beberapa program jaminan kesehatan yang selama ini belum berjalan dengan maksimal. Sama halnya dengan program sekolah gratis, program berobata gratis ini bukan hanya menyasar warga Rejang Lebong yang tidak mampu saja melainkan juga warga Rejang Lebong yang mampu.

Namun menurut pria kelahiran Curup, 5 Desember 1954 tersebut dalam melaksanakan program gratis ini, masyarakat harus menjalankan beberapa tahap yang telah ditentukan. Yaitu masyarakat Rejang Lebong harus mendapat perawatan di Puskesmas-Puskesmas rawat inap yang ada di Rejang Lebong terlebih dahulu, bila memang di Puskesmas sudah tidak mampu lagi baru dirujuk ke rumah sakit.

“Bila memang nanti masyarakat langsung berobat ke rumah sakit maka akan tetap bayar,” ungkap Hijazi.
Hijazi memaparkan, program berobat gratis yang diusungnya itu merupakan salah satu upayanya mengimplementasikan undang-undang kepada masayrakat Rejang Lebong.

Menurutnya, undang-undang sudah mengatur terkait dengan jaminan kesehatan bagi rakyat indonesia.

Selanjutnya untuk koperasi tanpa bunga, pada tahap awal koperasi tanpa bunga ini akan menyasar para pelaku usaha mikro yang ada di Rejang Lebong. Karena menurut Hijazi di Rejang Lebong seperti di pasar-pasar tradisional, masih banyak pedagang yang tidak bisa berjualan banyak, karena keterbatasan modal. Adanya koperasi tanpa bunga ini diharapkan bisa menaikkan perekonomian para pelaku usaha mikro. Pada tahap awal pinjaman yang diberikan sebesar Rp 300 ribu. “Koperasi tanpa bunga ini akan terus kita evaluasi seiring bertambahnya waktu, dimana nanti jumlah pinjaman akan kita tingkatkan dengan sasaran yang lebih luas,” jelas Hijazi.

Dalam menjalankan program ini, ia mengaku akan melibatkan para pegawai kecamatan yang ada di Rejang Lebong. Karena program ini sendiri akan diturunkan ketingkat kecamatan. Sehingga nanti para PNS akan dibuatkan SK penugasan dan tidak perlu diberi gaji lagi.

Dan yang terakhir adalah bibit gratis, program ini yang pertama kali akan dilakukan yaitu pembagian bibit tanaman buah. Dipilihnya bibit tanaman buah karena tanaman buah ini nantinya bertujuan untuk menambah penghasilan masyarakat. Karena sistem penanamannya akan dilakukan tumpang sari dengan tanaman lain. Karena menurut Hijazi pengalamannya berkeliling dikawasan Jawa Barat. Sebagaimana diketahui di Jawa Barat banyak petani yang mamanfaatkan pematang sawah ditanami tanaman buah sehingga menjadi penghasilan tambahan selain padi.

“Bibit gratis ini nantinya akan kita berikan kepada siapa saja yang memiliki tahan untuk ditanami,” jelas Hijazi.

Hanya saja menurut Hijazi, dalam program bibit gratis ini akan membutuhkan waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan tiga program unggulan sebelumnya. Dalam merealisasikan program ini akan dilakukan kajian dan surver bersama para pakar tanaman. Survei dan kajian yang dilakukan untuk memastikan jenis buah apa yang cocok ditanam di suatu kecamatan.

Selain keempat program unggulan yang akan ia usung dalam membangun Rejang Lebong kedepannya, ia juga mengaku memiliki sejumlah program lainnya. Salah satunya program pemberdayaan dan pembinaan generasi muda di Rejang Lebong. Salah satu yang akan dia lakukan yaitu dengan menciptakan produk unggulan dari Rejang Lebong dengan pelakunya masyarakat Rejang Lebong sendiri.

Terkait dengan kemunculan ide dan gagasan yang ia usung ini, menurut Hijazi adalah hasil penyerapan aspirasi dari amsayrakat saat ia menjabat bupati dari tahun 2000 lalu. Dimana menurutnya saat itu ia acap kali mendatangi rumah-rumah masyarakat Rejang Lebong, bahkan ikut bermalam dan berbaur dengan masyarakat.

“Karena waktu itu saya turun langsung ke lapangan, makanya saya tahu apa saja kebutuhan masyarakat Rejang Lebong ini, dan bagaimana yang harus kita lakukan untuk mengembangkannya,” jelas kakek 14 cucu tersebut. (Ari)