Empat Kasus Kecelakaan

TUBEI, BE – Pada tahun 2015 ini, terhitung dari bulan Januari hingga Maret. Angka kecelakaan di Kabupaten Lebong relatif sedikit. Berdasarkan pada pada catatan kepolisian wilayah hukum Polres Lebong, dalam rentang waktu 3 bulan itu hanya terdapat 4 kasus laka lantas yang terjadi di Kabupaten Lebong.
“Dari catatan kita, terhitung 3 bulan ke belakang Polres Lebong hanya menangani 4 kasus laka lantas,” jelas Kapolres Lebong AKBP Zinul Arifin SE MH melalui Kasat Lantas AKP Refenil Yaumil Rahman SH kepada BE kemarin (15/4).
Lanjutnya, rincian dari 4 kasus laka lantas terdapat ditempat yang berbeda di wilayah Kabupaten Lebong. Dimulai pada bulan Januari hanya terdapat satu kasus laka lantas yang terjadi di Kelurahan Tes. Kemudian dilanjutkan pada bulan Februari ditemukan satu kasus di Talang Leak. Selanjutnya pada bulan Maret terdapat dua kasus, yaitu satu kasus di jalan perkantoran dan satu kasus lagi di jalan Kelurahan
Mubai.
“Semua kasus laka ini, terjadi di tempat yang berbeda. dari semua kasus rata-rata kendaraan roda dua yang mengalami laka lantas,” tambah Refenil.
Lebih dalam Refenil menjelaskan, pada empat kasus tersebut terdapat tiga korban meninggal dunia. Hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian pengedaraa untuk mematuhi aturan lalu lintas. Dari data tersebut, korbannya rata-rata tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Rata-rata, pengendara tidak mematuhi aturan lalu lintas. Salah satu faktornya pengendara tidak memiliki SIM, sehingga pengendara lalai dalam berlalu lintas,” paparnya.
Kemudian, faktor yang harus diperhatikan ialah banyaknya anak dibawah umur berkendara di jalan raya. Banyak anak yang belum siap berkendara, menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di jalan raya. Hal ini, harus diperhatikan orang tua. Apabila hal ini selalu tidak diperhatikan oleh orang tua anak tersebut. Maka akan berdampak buruk pada keluarga itu sendiri.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lebong, untuk taat dalam berlalu lintas. Terkhusus kepada orang tua yang memilki anak, jangan sampai lalai lalu membiarkan anak dibawah umur mengendari sepeda motor,” tutup Refenil. (Cw2)