Eksodus, CJH Langsung Dicoret

Kepala Disdukcapil BU, Juhirjo SH, Kabag Kesra Ir Ali Amran dan Kasi Haji Kemenag BU, Drs H Tirta Winata saat melakukan rapat verifikasi CJH BU di ruang Pola Bappeda BU, kemarin (13/2).
Kepala Disdukcapil BU, Juhirjo SH, Kabag Kesra Ir Ali Amran dan Kasi Haji Kemenag BU, Drs H Tirta Winata saat melakukan rapat verifikasi CJH BU di ruang Pola Bappeda BU, kemarin (13/2).

Tim Verifikasi ke Lapangan

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress– Tim dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara (BU) bersama Kemenag BU langsung turun melakukan verifikasi daftar Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten BU sebanyak 202 orang yang akan berangkat tahun 2018 ini. Jika ditemukan adanya CJH eksodus, maka secara tegas akan langsung dicoret dari daftar keberangkatan haji tersebut.

‘’Cek benar-benar Kartu Keluarga (KK) dan KTP-nya. Jangan sampai ada CJH yang eksodus berasal dari luar Kabupaten Bengkulu Utara,’’ tegas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) BU, Juhirjo SH kepada BE ditemui usai memimpin rapat verifikasi CJH BU di ruang Pola Bappeda BU, kemarin (13/2).

Juhirjo menambahkan, jamaah haji eksodus, tentu akan merugikan bagi CJH yang memang berasal dari Kabupaten BU. Karena jamaah yang mestinya berangkat harus tertunda. Untuk itu, tim yang akan turun ke lapangan melakukan verifikasi dapat melakukan pengecekan secara detail.

‘’Nanti tim akan datang dari rumah ke rumah untuk memastikan kebenaran data CJH ini. Apakah warga itu memang tinggal di wilayah Bengkulu Utara. Jika ada pendatang, maka akan di cek telah berdomisili sejak kapan di Bengkulu Utara,’’ ungkapnya.
Dalam rapat itu, dihadiri langsung para camat di Kabupaten BU. Karena, mengenai kependudukan, camat lebih menguasai lantaran lebih dekat dengan masyarakat.

Mengenai beberapa perbedaan alamat para CJH yang masih menggunakan alamat desa dan kecamatan yang lama sebelum terjadinya beberapa pemakaran, Juhirjo menyampaikan jika hal itu tidak masalah. Karena, yang paling penting, CJH memang tinggal dan masih tercatat sebagai penduduk Kabupaten BU.

‘’Memang ada beberapa jamaah alamatnya masih menggunakan desa dan kecamatan sebelum terjadinya pemekaran. Misalnya, ada warga yang masih tercatat di Kecamatan Kerkap, padahal tinggal di Kecamatan Hulu Palik yang merupakan kecamatan pemekaran beberapa tahun lalu. Hal itu, tidak menjadi permasalahan,’’ terangnya.

Sementara itu, Kasi Haji Kemenag BU, Drs H Tirta Winata menyebutkan jika persiapan para CJH terus dilakukan. Hal ini mengingat pelaksanaan haji sudah semakin dekat. Untuk itu, Manasik Haji mandiri serta pembuatan paspor CJH yang akan berangkat sudah dilaksanakan.

‘’Ini untuk melakukan verifikasi langsung ke alamat para jamaah yang akan berangkat. Karena, ini untuk memastikan jamaah yang berangkat merupakan warga Bengkulu Utara,’’ tuturnya.
Ia menyebutkan dari segi kesehatan, para CJH juga dihimbau untuk selalu menjaga fisik dan pola makan mulai dari saat ini. Walaupun, pengecekan kesehatan rutin terus dipantau oleh tim kesehatan CJH.

‘’Tetap jaga kesehatan. Jangan terlalu capek. Jaga pola hidup sehat agar ketika pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan, tidak ada masalah,’’ pungkasnya. (816)