Dump Truk Diduga Sengaja Diceburkan

Mobil Itu Dicuri, Pemiliknya Warga Pagar Alam

lembak_dumptruck
Sejumlah anggota TNI, Polsek PUT, Polres RL dan Pemerintah Kecamatan PUT turun langsung ke lokasi kendaraan yang nyemplung ke dalam air Sungai Napalung di Sawangan Desa Guru Agung-Desa Karang Baru, Kecamatan PUT. (Foto MANSUR/BE).

LEMBAK, BE – Teka-teki siapa pemilik mobil jenis dump truk yang nyemplung ke aliran Sungai Napalung, Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, Minggu (30/10) sore, terjawab sudah, setelah Tim SAR Bengkulu melakukan pencarian, baik terhadap sopir maupun barang yang ada di mobil.

Setelah melakukan penyelaman, tim SAR hanya menemukan domper berisi SIM dan STNK di dalam dasboard mobil. Sedangkan sopir diduga telah melarikan diri, mengingat kaca mobil di sampingi kanan sudah pecah diduga akibat pukulan.

STNK mobil itu menjelaskan jenis mobil adalah Mitsubhi Colt Diesel F 74 warna kuning atas nama Hasna Dewi, warga Desa Margomulyo rt 2/1 Kelurahan Dempo Makmur Kecamatan Pagar Alam Utara, Sumsel. Sedangkan SIM yang ditemukan atas nama Yatin Heriyanto, alamat Kelurahan Talang Jawa Selatan, Kabupaten Lahat, Sumsel.

Setelah menemukan SIM dan STNK itu, pihak Polsek langsung menghubungi pihak Polres Pagar Alam, karena STNK itu atas nama warga Pagar Alam.

“Setelah kita mendapatkan SIM dan STNK dari tim SAR, tadi kita langsung berkeordinasi ke pihak Polres Pagar Alam,” ujar Kapolres RL, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf SH SIK, melalui Kapolsek PUT, Iptu Djarkoni, Senin kemarin.

Dari hasil berkoordinasi dengan pihak Polres Pagar Alam, diketahui mobil itu dicuri Jumat (27/10) lalu, karena ada laporan dari pemiliknya ke pihak Polres Pagar Alam. “Jadi untuk langkah selanjutnya, kita masih menunggu dari pihak Polres Pagar Alam,” ungkap Kapolsek.

Selain itu dari hasil temuan di lapangan juga menguat dugaan mobil tersebut sengaja diceburkan, sebab kunci kontak kendaraan tersebut tidak ditemukan dan juga plat kendaraan baik depan atau belakang juga tidak ada dan posisi kendaraan di dalam air juga melintang dengan posisi tidak terbalik.

Sementara itu, dari data yang dihimpun BE menyebutkan, salah satu warga Kota Padang Kecamatan PUT mengaku, sebelum dump truk itu nyemplung ke sungai, ia sempat melihat kendaraan itu berhenti di posisi tengah tanjakan.

“Setelah itu kendaraan tersebut langsung mundur ke arah tebingan seperti mengalami rem blong,” ujar warga Kota Padang, yang enggan disebutkan namanya itu.

Saksi mata itu mengaku, saat mobil tersebut mundur kemudian nyemplung ke sungai, ia melihat ada sopir di dalamnya. “Jika saya tidak salah lihat, sang sopir masih ada di dalam mobil,” terangnya.

Mengingat saat itu dalam keadaan hujan rintik-rintik, saksi mata ini tidak berhenti. Ia langsung menuju Desa Karang Baru untuk menginformasikan kepada warga bahwa ada mobil yang nyemplung ke sungai.

Selain itu, ada seorang wanita warga dari Desa Sukarami yang datang melihat foto di SIM yang ditemukan. Ia mengaku mengenal wajah difoto yang ada di SIM tersebut adalah suami dari adik sepupunya yang juga membawa dump truk. Takut terjadi apa-apa dengan kerabatnya itu, wanita itu menelpon pemilik SIM. Ternyata pemilik SIM itu ada di Batam dan dirinya mengaku sehat saja .

Terpisah, Ketua Tim BASARNAS Bengkulu, Antoni, ditemui di lokasi setelah melakukan penyelaman sekitar pukul 13.00 wib kemarin, menjelaskan, pihaknya datang dari Bengkulu sekitar pukul 03 .00 Wib dini hari dan tiba di lokasi sekitar pukul 7.30 pagi. “Kita tiba di lokasi pukul 7.30 pagi tadi dan sekitar pukul 09.00 wib langsung melakukan penyelaman yang pertama,” ujar Antoni.

“Setelah melakukan penyelaman, kita mendapati SIM dan STNK serta surat lainya di dalam dasbor mobil. Untuk penyelaman kedua kita rencanaya ingin mengambil plat kendaraan tersebut supaya kendaraan yang masuk ke dalam air cepat di deteksi siapa pemiliknya, namun saat dilakukan penyelaman plat kendaraan baik depan maupun belakang sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Anotoni mengatakan, tiga orang penyelam dari SAR sudah turun ke dalam sungai yang dalamnya sekitar 7 hingga 8 meter tersebut. Namun sang sopir tidak ditemukan di dalam mobil. Hanya saja, kaca kiri dan kanan mobil sudah sudah pecah. “Kemungkinan sang sopir tidak ada di dalam kabin mobil, sebab kaca kiri kanan sudah pecah semuanya dan kita sudah tiga kali melakukan penyelaman juga tidak menemukan sang sopir mobil,” demikian Antoni.

Kepala Desa Guru Agung, Mega Wati, mengucapkan terima kasih atas datangnya tim SAR dari Bengkulu yang sudah melakukan penyelaman. Sselain itu ia menyampaikan terima kasih ke berbagai pihak, terutama TNI, polisi dan pihak kecamatan yang sudah datang ke lokasi.(222)