Dramatis! Selamatkan “Mahkota” dari Tiga Pria

siswi-kelas-12-man-nyaris-diperkosa
LAPOR:Siswi korban percobaan perkosaan tiga pria tak dikenal di Padang Panjang, Kota Manna saat melapor ke Polres Bengkulu Selatan, Selasa (15/11) malam. (Foto ASRI/Bengkulu Ekspress).

Tiga Pelaku Hilang Jejak

KOTA MANNA, BE– Kejadian yang alami Is (19), pelajar Madrasyah Aliyah Negeri di Bengkulu Selatan (BS) sangat dramatis. Kejadian dialaminya itu, bisa menjadi pelajaran bagi para orang tua untuk selalu mengingatkan anaknya agar tidak keluar malam. Ini juga menjadi peringatan bagi remaja putri di Bengkulu Selatan agar tidak suka keluyuran malam.

Pasalnya Is nyaris menjadi korban perkosaan dengan ancaman senjata tajam (sajam). Beruntung dirinya berhasil melepaskan diri dari kawanan pelaku, sehingga mampu menyelamatkan “Mahkotanya” dari tiga pria tak dikenal.

Kejadian tersebut Selasa (15/11) sekitar pukul 23.00 WIB di Taman Hutan Kota Padang Panjang. Sebelumnya, saat itu gadis yang kos di jalan Gedang Melintang, kelurahan Pasar Bawah, Pasar Manna dijemput oleh pacarnya, Ra (19) warga jalan Letnan Jahidin, Keluhan Pasar Bawah, Pasar Manna berkeliling Kota Manna.

Kemudian sepeda motor dikemudikan Rangga mengarah ke Padang Panjang dan masuk taman hutan kota. Hanya saja baru saja sepeda motor tersebut berhenti, tiba-tiba datang tiga pria yang tidak dikenal.

Ketiga pria tersebut langsung memukul Rangga hingga menyebabkan Rangga terjatuh.

Lalu salah satu dari ketiganya langsung mendekati korban sambil menodongkan senjata tajam jenis parang ke leher korban sembari mengancam akan membunuh korban jika tidak mau menuruti hawa nafsu ketiganya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Rangga dan korban mengajukan penawaran dengan bersedia menyerahkan uang dan handphone yang dibawanya pada pelaku agar korban tidak diperkosa. Hanya saja tawaran Ra dan korban tidak diterima bahkan salah satu ketiga pelaku kembali memukul Rangga hingga Ra kembali terjatuh.

Setelah itu, salah satu dari pelaku memaksa korban mengikuti temannya naik sepeda motor. Karena takut dibunuh dengan parang yang dibawa pelaku, korban akhirnya menuruti kemauan para pelaku dengan menaiki sepeda motor. Korban pun dibawa ke arah jalan dua jalur Jalan Gunung Ayu dengan tujuan arah Desa Gelumbang, Kota Manna atau arah Ulu Manna.

Meskipun sudah diatas sepeda motor, korban tetap berusaha menyelamatkan mahkotanya, sehingga korban berusaha lompat dari sepeda motor pelaku. Namun karena suasana sepi, korban khawatir ketika loncat bisa ditangkap kembali oleh pelaku.

Hingga akhirnya korban melihat ada warga di depan rumah di jalan dua Jalur Gunung Ayu, tepatnya sebelum simpang tiga Gunung Ayu, korban langsung nekat melompat dan teriak minta tolong. Mengetahui korban meloncat, pelaku akhirnya kabur karena takut ditangkap warga.

“Setelah melihat ada cewek loncat dari motor dan teriak minta tolong, kami langsung mendekat, sedangkan yang membawa sepeda motor langsung kabur,” kata Gun salah satu warga yang ikut membawa korban ke Mapolres Bengkulu Selatan.

Sementara itu, kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Ordiva SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Rizqi Akbar membenarkan jika ada salah satu remaja putri di Bengkulu Selatan nyaris diperkosa tiga pria tak dikenal. Dikatakan Rizqi, setelah mendengar keterangan korban, pihaknya langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan lokasi pacar korban dipukul tiga pria.

Saat tiba di taman hutan Kota, Padang Panjang, pihaknya hanya menemukan Ra seorang diri, sedang tiga pria lainnya sudah tidak ada lagi. Sehingga saat itu, bersama korban dan Ra, pihaknya langsung melakukan pencarian terhadap tiga pelaku.

“Usai mendapat laporan korban, kami langsung mencari pelaku, namun karena kondisi malam, korban dan pacarnya tidak mengenali para pelaku, sehingga belum berhasil kami bekuk, namun kami terus menyelidiki indentitas para pelaku agar bisa kami bekuk,” ujar Rizqi. (369)