DPT Pilwakot 230.169 Jiwa , Suara Perempuan Menentukan

Dwi/Bengkulu Ekspress. SUKSESI: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu melaksanakan rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat Kota Bengkulu.
Dwi/Bengkulu Ekspress. SUKSESI: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu melaksanakan rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat Kota Bengkulu.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Suara perempuan sangat menentukan terpilihnya calon walikota dan wakil walikota. Jika perempuan bersatu, siapapun calon yang didukung akan menang.

Terlihat dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah diplenokan KPU Kota Bengkulu, jumlah pemilih perempuan paling bayak yaitu 116.302 jiwa dibanding pemilih laki-laki 113.867 jiwa. Total pemilih terdaftar dalam DPT seluruhnya 230.169 jiwa.

Data ini berdasarkan hasil rapat pleno Rekapitulasi Hasil Perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Tingkat Kota pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu tahun 2018, kemarin (19/4).

Komisioner KPU KOta Bengkulu Divisi Logistik dan Keuangan, Zaini SAg mengatakan bahwa dari hasil pencermatan pihaknya dari DPS ke DPT bahwa telah terjadi pengurangan di daftar pemilih tetap sebanyak 3.614 pemilih.

Adapun penyebab pengurangan mata pilih tersebut diantaranya banyaknya ditemukan pemilih ganda, meninggal dan pindah.

“Paling banyak memang terdeteksi pemilih ganda, serta ada sebagian memang data yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS),” jelas Zaini.

Dia membenarkan jumlah mata pilih perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Hal ini juga terlihat dari 9 Kecamatan yang ada di Kota Bengkulu, 7 Kecamatan diantaranya lebih banyak pemilih Perempuan dibandingkan laki-laki.

Seperti di Kecamatan Gading cempaka, jumlah pemilih perempuan mencapai 13.369 pemilih sedangkan laki-laki hanya 12.649. Kemudian di Kecamatan Ratu Agung jumlah pemilih perempuan mencapai 16.981 pemilih sedangkan laki-laki hanya 16.470 pemilih, serta di Kecamatan Ratu Samban, Kecamatan Selebar, Singaran Pati, Sungai Serut, dan Teluk Segara jumlah pemilih perempuan lebih banyak dibandingkan pemilih laki-laki. “Setelah kita lakukan penetapan ini, maka hasil penetapan ini akan kita sampaikan ke KPU Provinsi Bengkulu, dan KPU RI. Kalau untuk secara sistim saat ini sudah kita sampaikan ke KPU Pusat dengan sistem sidalih,” kata Zaini.

Selain itu, untuk masyarakat yang memang masih belum terdaftar dalam DPT hari ini, maka nanti akan ada DPT Tambahan dengan syarat wajib memiliki e-KTP untuk dapat memilih pada hari pencoblosan nanti. “Hal ini berdasarkan PKPU, mereka atau DPT Tambahan memang dipersilahkan memberikan haknya sebagai pemilih dengan syarat membawa e-KTP ke TPS satu jam sebelum berakhirnya pencoblosan,” terang Zaini.

Belum Tentu Pilih Perempuan

Pengamat politik Universitas Bengkulu, Dr Sugeng Suharto MSi mengatakan jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari laki-laki itu memang rasional. Namun demikian, untuk masalah apakah perempuan akan memilih perempuan, hal tersebut tergantung dari bagaimana minat para perempuan terhadap para pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu 2018 ini. “Jadi tidak relevan antara pemilih perempuan dengan calon perempuan. Maka itu tergantung dari bagaiaman selama ini yang paslon lakukan, tetapi kalau dari paslon perempuan memiliki nilai lebih dibanding paslon laki-laki maka tidak hanya perempuan, laki-laki pun juga akan memilih perempuan, maupun sebaliknya,” jelas Sugeng.

Ditanyai terkait program apa yang harus ditawarkan para Paslon untuk menarik pemilih perempuan, Sugeng menerangkan bahwa selama ini para perempuan di Kota Bengkulu telah merasakan apakah selama ini telah tersentuh dengan program-program yang ditawarkan masing-masing paslon atau tidak.

Program-program yang menaungi perempuan juga tentunya akan menjadi daya tarik pemilih perempuan ketika akan memilih nantinya. “Karena yang terjadi, ketika perempuan sering disentuh dengan program-program, baik itu paslon laki-laki atau perempuan maka kemungkinan mereka (pemilih perempuan,red) akan mendukung. Yang jelas tawaran tidak hanya ke perempuan harus secara umum, jadi kandidat jangan fokus terhadap perempuan saja, nanti suaranya malah tidak maksimal,” pungkas Sugeng Suharto.(777)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*