Dokter asal Bengkulu Tewas Ditembaki Suami

Dokter Dibunuh suamiPelaku Diduga Menolak Cerai

JAKARTA,Bengkulu Ekspress – Aksi penembakan menewaskan dokter asal Bengkulu, dr Letty Sultri (46) di Klinik Azzahra, Cawang, Jakarta Timur cukup membuat geger hingga di Bengkulu. Adik kandung Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Prof Dr Hazairin, Afifi Bachtiar, ini, bertembaki secara brutal sebanyak enam kali oleh suaminya sendiri, dr Helmy (41). Timah panas tersebut membuat dokter cantik kelahiran Bengkulu 21 Februari 1971 inipun tewas seketika. Masalah dipicu lantaran suaminya itu menolak untuk cerai.

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Andry Wibowo mengatakan, peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat dr Letty Sultri sedang melayani pasiennya di klinik. “Kemudian Suaminya Helmi datang, lalu korban keluar ruangan, menemui pelaku dan terdengar cekcok mulut antara korban dengan pelaku,” tutur Andry, kemarin (9/11).

Dijelaskannya, warga sekitar melihat pertengkaran antara korban dengan pelaku. Setelah cekcok berlangsung, Letty Sultri lantas kembali masuk ke klinik untuk memeriksa pasien yang sudah menunggu. Celakanya, pelaku ikut masuk ke dalam dan menakut-nakuti pengunjung dengan senjata api jenis pistol.

“Saksi menghampiri dan melihat pelaku membawa senjata api. Karena ketakutan maka saksi pun menghindar,” jelas Andry.

Tak lama berselang, pelaku menembak sebanyak enam kali letusan dan Letty pun tewas. Pengunjung klinik kocar-kacir menyelamatkan diri. “Pelaku kemudian melarikan diri dengan sepeda motor,” kata Andry.

Melihat kejadian tersebut, warga langsung melapor ke polisi, setelah itu pada pukul 17.21 WIB, petugas dari forensik RS Polri datang, dan tidak lama kemudian, sejumlah petugas keluar dari klinik dengan membawa jasad Lety ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati. Jasad Lety dimasukkan ke kantong jenazah berwarna jingga. Kantong jenazah tersebut kemudian dimasukkan ke ambulans bertulisan ‘RS Polri Kramat Jati’. Terlihat masyarakat mendekati petugas yang mengangkat jasad tersebut.

Selang beberapa menit setelah membunuh istrinya, dr Helmy langsung menyerahkan diri ke polisi. Helmy saat ini masih diinterogasi polisi. Kepada polisi, Helmy mengaku melakukan aksi kejam itu karena mendapat bisikan. “Pelaku mengaku ada bisikan untuk membunuh istrinya,” kata Andry.

Pelaku sendiri, setelah dicari-cari polisi selama sekitar 2,5 jam, akhirnya menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan begitu menyerahkan dirinya, sekitar pukul 16.30, pelaku langsung menjalani pemeriksaan intensif. Argo menjelaskan, ketika menyerahkan diri, pelaku juga menyerahkan dua pucuk senjata api yang digunakannya dalam menembaki isterinya sendiri itu secara membabi buta.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menjelaskan, sesuai keterangan saksi mata kejadian, yakni kasir klinik yang bernama Nabila, 23, dan karyawan klinik bernama Abdul Kadir, 27, menjelang kejadian korban dan Nabila sedang duduk-duduk di bagian depan klinik atau di loket bagian pendaftaran pasien.

Mendadak pelaku masuk ke dalam klinik. Melihat suaminya datang, korban langsung keluar dari bagian pendaftaran menemui suaminya itu.

Menurut Nabila, ketika keduanya bertemu langsung terdengar suara percekcokan diantara keduanya. Sesaat kemudian, korban kembali masuk ke dalam ruangan klinik sambil berteriak-teriak minta tolong, karena dikejar pelaku yang menenteng pistol.

Lalu terdengar suara enam kali letusan pistol dari bagian dalam klinik. Setelah menembaki isterinya, pelaku langsung kabur disaksikan Abdul Kadir. “Melihat pelaku (dr Helmy) mengejar korban sambil menenteng pistol, makanya saksi (Nabila) lari menghindar karena ketakutan,” terang Kombes Nico di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/11).

Melihat pelaku sudah kabur meninggalkan klinik, selanjutnya saksi Nabila dan Abdul masuk ke dalam klinik dan mendapati korban yang tinggal di Jalan Kemuning No.3 RT 005 / RW 06 Kelurahan Utan Kayu Utama Kecamatan Matraman Jakarta Timur sudah terkapar tewas berlumuran darah.

Polisi tiba 30 menit setelah kejadian langsung memintak keterangan saksi mata, termasuk mensterilkan klinik dengan memasangkan garis polisi. Jasad korban sendiri baru dievakuasi empat jam setelah kejadian usai digelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jasad korban dievakuasi ke kamar mayat RS Polri Kramat Jati.

Dari hasil penyidikan sementara terungkap, kalau pelaku menembaki isterinya secara brutal karena kesal hendak diceraikan oleh isterinya. Bahkan sehari sebelumnya, pasangan suami isteri itu sempat cekcok mulut lantaran sang suami bersikeras menolak digugat cerai isterinya. “Dugaan sementara sang suami tidak mau cerai, karena istrinya menggugat (cerai),” ujar Nico.

Ia menambahkan, salah satu pistol yang diserahkan pelaku adalah jenis Revolver. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihaknya menemukan enam butir proyektil peluru yang langsung disita sebagai barang bukti. Keenam butir proyektil itu kini diteliti di Puslabfor Polri.

Nico menambahkan, saat ini pihaknya masih terus mendalami kasus rersebut, termasuk mengungkap motif sebenarnya dalam pembunuhan itu. Penyidik juga sedang mengusut darimana pelaku memperoleh pistol dan peluru untuk membunuh isterinya itu.(ind)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*