DLH Rancang Pengolahan Sampah

DOK/Bengkulu EkspressĀ  Sampah di TPA Air Sebakul, Kota Bengkulu yang terus menggunung.
DOK/Bengkulu EkspressĀ  Sampah di TPA Air Sebakul, Kota Bengkulu yang terus menggunung.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Mengingat luas lahan tempat pembangunan akhir (TPA) sampah di Air Sebakul semakin sempit, maka Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota akan melakukan inovasi pengolahan sampah melalui sistem zero waste.

“Jadi sistem zero waste atau nol sampah ini guna mencegah penyusutan lahan TPA yang setiap harus bertambah sempit, tentu bahaya jika tidak kita tindaklanjuti karena seluruh sampah di Kota Bengkulu terpusat di Air Sebakul,” kata Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Lingkungan DLH Kota, Rusman Effendi SStp Msi, kemarin (16/7).

Menurutnya, pengurangan luas lahan TPA ini menjadi wajar karena setiap hari menampung hingga 800 ton sampah atau setara dengan 419 meter kubik yang dipungut dari setiap kontainer yang tersebar di setiap kecamatan.

Dengan menggunakan sistem zero waste ini, sampah akan dipisahkan berdasarkan jenis sampah seperti plastik, limbah makanan, kayu, dan beberapa jenis lainnya. Untuk kemudian dilakukan pengolahan menjadi daur ulang.

“Jadi, kami akan memisahkan jenis sampah, seperti sampah organik akan dijadikan sebagai pakan ternak, dan limbah plastik untuk bubur plastik, begitu juga dengan jenis sampah lainnya,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya masih menggunakan cara lama dengan sistem pembakaran. Namun, cara tersebut tidak efektif serta tidak ramah lingkungan karena menyebabkan polusi udara, ditambah lagi pembakaran masih menyisakan sampah.

Untuk itu, dengan diterapkannya metode baru ini, pihaknya memprediksi TPA Air Sebakul masih bisa digunakan hingga 10 tahun ke depan, sembari menunggu rencana perluasan lahan atau inovasi-inovasi baru lainnya.

“Kalau saat ini TPA Air Sebakul memiliki luas lahan 7 hektare dan terakhir kali diperluas pada tahun 2015 lalu. Maka dengan cara baru ini setidaknya kita bisa menghemat luas lahan sesuai kondisi yang ada,” pungkas Rusman. (805)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*