Distribusi Raskin Terhenti

Bengkulu
EKO/Bengkulu Ekspress Kepala Bulog Devisi Regional (Divre) Bengkulu, Agung Subali Gunawan saat meninjau stok beras di gudang Bulog Kota Bengkulu, kemarin (5/4/2017).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sejak Januari lalu hingga saat ini, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regionel (Divre) Bengkulu sama sekali belum mendistribusikan beras untuk warga miskin (raskin).

Kepala Bulog Devisi Regional (Divre) Bengkulu, Agung Subali Gunawan mengatakan, terkendalanya disribusi raskin ini lantaran pihak Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten dan kota masih menyelesainya verifikasi pendataan jumlah warga sesuai by name by address.

“Sampai sekarang memang kita belum ada distribusi raskin kepada masyrakat. Karena data penerima alokasi raskin belum selesai diverifikasi,” ujar Agung kepada Bengkulu Ekspress saat meninjau gudang Bulog Kota Bengkulu, kemarin (5/4/2017).

Dijelaskannya, verifikasi data penerima dari masing-masing pemerintah daerah (Pemda) harus cepat diselesaikan. Mengingat, data warga kurang mampu dari pemerintah pusat telah turun ke masing-masing pemda.

“Kalau dari pemerintah pusat datanya sudah turun, tinggal lagi masing-masing pemda untuk melakukan verifikasi,” tambahnya.

Menurutnya, belum terdistribusinya raskin ini kepada masyarakat tidak hanya terjadi di Provinsi Bengkulu saja, namun juga untuk provinsi lain. Sebab, verifikasi ulang jumlah data penduduk sesuai by name by address dilakukan diseluruh Indonesia.

“Ini terjadi tidak hanya di Bengkulu, tapi untuk daerah lain juga terjadi,” tutur Agung.

Saat ini, lanjutnya, jumlah stok beras mencapai 12,3 ribu ton. Jumlah tersebut tersebar di empat gudang Bulog yang ada di Bengkulu, yaitu Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Bengkulu Selatan dan Gudang Kota Bengkulu.

“Kebutuhan raskin kita untuk tahun 2017 ini diperkirakan mencapai 19 ribu ton. Rata-rata setiap bulannya yang harus didistribusikan sekitar 2 ribu ton. Kita pastikan stok kita masih akan bertambah setiap bulannya,” tegasnya.

Dengan terhentinya pendistribusian raskin ini membuat gudang Bulog yang ada di Provinsi Bengkulu mengalami overload. Jika sampai dengan April ini belum juga dilakukan pendistribusian, Bulog tidak akan mampu lagi menampung beras yang dibeli dari petani.

“Solusinya mungkin kita sewa gudang lagi untuk menampung semua beras kita,” ujarnya.

Untuk itu, Agung berharap masing-masing Pemda kabupatan dan kota untuk segera menyelesaikan verifikasi data penerima raskin. Sehingga raskin tersebut dapat diterima oleh masyarakat Bengkulu. Hal ini juga sebagai bentuk mengantisipasi kelonjakan harga beras di pasaran.

“Kita sekarang hanya bisa menunggu. Kalau datanya sudah siap akan langsung kita distribusikan. Mudah-mudahan bulan April ini sudah bisa disalurkan kepada masyarakat kita,” pungkas Agung. (151)