Disperindag Rehab 5 Pasar


BENTENG, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) akan kembali melakukan perbaikan atau revitalisasi bangunan pasar pada tahun 2018 ini.
Melalui kucuran dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 5,52 miliar, Disperindagkop dan UKM Kabupaten Benteng berencana untuk memperbaiki 5 (lima) pasar tradisional yang ada.

Rinciannya, revitalisasi pasar di Kelurahan Taba Penanjung Kecamatan Taba Penanjung, revitalisasi pasar di Kecamatan Talang Empat, penambahan los pada pasar Desa Sekayun Mudik, revitalisasi dan penambahan los pada pasar Desa Talang Pauh Kecamatan Pondok Kelapa serta revitalisasi pasar Desa Renah Kandis Kecamatan Pagar Jati.

“Pada tahun 2018 ini, Kabupaten Benteng kembali mendapatkan suntikan dana program 1.000 pasar yang digelorakan oleh Presiden RI. Dengan dana sebesar Rp 5,52 miliar, kita akan alokasikan untuk 5 pasar,” terang Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Benteng, Dra Hj N Yuhannah MM, kemarin (13/2).

Dari keseluruhan sasaran penerima DAK, ungkap Yuhannah, pihaknya masih menunggu proses pematangan lahan untuk pasar di Desa Renah Kandis. Akan tetapi, dari hasil koordinasi dengan Pemerintah Desa setempat, pematangan lahan akan segera dilakukan dan tidak akan menjadi penghambat atau kendala.

“Saat ini, surat hibah lahan pasar memang sudah kita kantongi. Saat ini, kami hanya tinggal menunggu pematangan lahan tuntas dilakukan. Sebab, Pemda tidak menyediakan dana untuk pematangan lahan ataupun biaya ganti rugi apapun. Dana yang disiapkan sepenuhnya untuk pembangunan fisik pasar,” tandasnya.

Masih kata Yuhannah, mempercepat realiasi DAK 2018, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI untuk mendapatkan petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) penggunaan anggaran tersebut.

“Setelah juklak dan juknis dikantongi. Rencana pembangunan akan kita sampaikan ke Bagian ULP Setda Pemkab Benteng untuk mengikuti proses lelang. Semakin cepat lelang maka pembangunan akan cepat pula dilaksanakan,” tandasnya. (135)