Diskop Kaur Sidak Pasar

SIDAK: Tim dari Diskop UKM Perindag Kaur melakukan Sidak dan mengecek persediaan garam di pasar Inpres Kota Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan, Rabu (2/8).

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress- Pemerintah Daerah (Pemda) Kaur melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menegah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Kaur, kemarin (2/8) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah toko dan pasar tradisional. Petugas melakukan pengecekan terhadap stok garam di kalangan pedagang. Hasilnya, banyak pedagang yang kehabisan stok.

“Mendapat informasi dari warga terkait kelangkaan garam di pasar, kami langsung bergerak cepat dengan terjun langsung ke pasar untuk melihat secara langsung kondisi ketersediaan garam di pasar dan ternyata memang sedang kosong,” kata Kepala Disperindag Kaur Asmawan SSos didampingi Kabid Perdagangan, Agus Suprianto SPd melalui Kasi Pengembangan Sarana Prasarana Perdagangan, Mahdianti SSos, kemarin (2/8).

Dikatakan Mahdianti yang langsung memimpin Sidak sekitar pukul 11.30 WIB, dalam Sidak tim mengunjungi kios-kios yang menjual kebutuhan dapur di Pasar Inpres kota Bintuhan dan hasilnya banyak kios yang telah kehabisan stok garam sejak satu minggu terakhir. Dengan langkanya garam saat ini ia menghimbau kepada seluruh pedagang jangan sekali-kali untuk mencari keuntungan dengan menimbun bahan kebutuhan tersebut. Sebab menimbun adalah salah satu melanggar hukum.

“Kita turun kelapangan untuk memastikan kelangkaan garam di Kabupaten Kaur, dengan hasil yang kita dapat kedepan kita akan berkoordinasi ke Disperindak Provinsi Bengkulu dalam mengatasi permasalah tersebut,” terangnya.

Ditambahkannya, sidak ini juga untuk melihat apakah terjadi penimbunan garam atau tidak. Dari hasil pengecekan perlu ditingkatkan kembali demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Kaur. Bahkan, dirinya juga tidak akan segan-segan memberitahukan pada pedagang ang sengaja menimbun akan dilaporkan ke Polres.

“Garam ini langka memang menyeluruh di Indonesia ini, dan mudah-mudahan ini cepat segera diatasi, dan juga kita minta kepada pedagang untuk tidak menimbun garam, dan sidak ini akan terus kita lakukan,” jelasnya.

Dari pantauan Bengkulu Ekspress kemarin (2/8), seluruh pedagang yang biasa menjual dan menyiapkan garam beryodium di Pasar Inpres kota Bintuhan semuanya tidak memiliki bahan tersebut. Sehingga seluruh pedagang mengaku sudah tidak memiliki bahan kebutuhan tersebut. Sedangkan dari pengakuan salah satu penjual di pasar Inpres Mirna (35), ia mengaku kelangkaan garam terjadi sudah satu pekan terakhir, langkanya garam akibat tidak adanya pasokan dari distributor yang biasa mengirim garam ke Kabupaten Kaur.

“Untuk mencari garam saat ini sangat susah, hampir seluruh pedagang yang menjual yang biasa menjual persedian garam sekarang sudah tidak ada lagi juga kalau ada harganya mahal. Jika garam 500 gram itu sekarang ini harga sudah Rp 5 ribu,” singkatnya. (618)