Dishub Gagal Bebaskan Lahan Bandara

BENGKULU, BE – Hingga akhir 2014 ini pembebasan lahan pengembangan Bandar Udara (Bandara) Fatmawati Bengkulu belum juga terlaksana oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Bengkulu. Kegagalan pembebasan lahan ini bukan kali pertama, melainkan kegagalan yang sama juga pernaha terjadi pada 2013 lalu.
Dengan gagalnya pembebasan lahan Bandara ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan penyerapan anggaran di Dishubkominfo Provinsi Bengkulu hanya 72 persen dari total pagu anggaran yang diberikan sebesar Rp 41,351 miliar atau terealisasi sebesar Rp 29,947 miliar.
Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah sangat menyayangkan hal tersebut, lebih terjadi beruntun sejak 2013 lalu dan pagu anggarannya cukup besar mencapai Rp 4,5 miliar.
“Kenapa pembebasan lahan Bandara itu tidak terlaksana, apa penyebabnya?,” tanya Junaidi saat rapat koordinasi dan evaluasi program APBD dan APBN belum lama ini.
Menurutnya, meski Pemerintah Provinsi Bengkulu sudah memiliki program pemindahan Bandara Fatmawati ke lahan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN IIV di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma dan sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan, bukan berarti program pengembangan Bandara Fatmawati yang terdapat di Padang Kemiling Kota Bengkulu tidak dijalankan.
“Pengembangan Bandara Fatmawati itu penting, karena kita tahu bahwa untuk memindahkan Bandara itu ke Seluma belum akan selesai dalam waktu 5 tahun kedepan,” ungkap Gubernur.
Diakuinya, kalaupun nanti pemindahan Bandara tersebut cepat terealisasi, maka Bandara Fartmawati tersebut akan diserahkan kepada TNI Angkatan Udara.
“Jangan karena program pemindahan lantas program pengambangan Bandara Fatmawati tidak djalankan lagi, karena kita terus berupaya untuk menjadikan Bandara Fatmawati Bengkulu sebagai Embarkasi Haji penuh, bukan Embarkasi Haji Antara,” terangnya.
Pun demikian, Pemerintah dan DPRD Provinsi Bengkulu kembali menganggarkan dana untuk pembebasan lahan Bandara tersebut dengan besaran yang sama, yakni Rp 4,5 miliar.
“Tahun ini kembali kita anggarkan, kita lihat nanti apakah terlaksana oleh  Dishubkominfo atau kembali batal,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dishubkominfo, Drs Misran Musa tak menampik belum terlaksananya pembebasan lahan Bandara tersebut dan penyebabnya memang dikarenakan adanya program pemerintah daerah dan pusat ingin memindahkan bandara tersebut ke Seluma.
“Ini terkendala karena ada program nasional,” katanya.
Pun demikian, Misran tak memaparkan alasan kongritnya, apakah murni karena adanya program pemindahan bandara ke Seluma atau ada masalah teknis dilapangan.
“Yang jelas untuk tahun depan kita upayakan program pembebasan lahan itu akan terealisasi,” tukasnya. (400)