Dirjen PSMA Nilai UNBK Lancar

Bengkulu
Foto;ilustrasi

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Walau diwarnai macetnya jaringan internet, serta pemadaman listrik di beberapa sekolah. Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di Bengkulu dinilai berlangsung aman dan lancar.

Hal ini diungkapkan Anggota Tim Monitoring Ujian Nasional Direktorat Jenderal Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nurfida saat berkunjung di SMAN 2 Kota Bengkulu, kemarin (12/4/2017).

Menurut Nurfida, ada beberapa sekolah yang dikunjunginya, baik sekolah  penyelenggara UNBK maupun UNKP. Dari kunjungan itu,  diketahui pelaksanaan UN di Bengkulu, belum ada kendala berarti.

“Kendala listrik masih bisa diatasi dan itupun hanya terjadi sebentar, dan komputer langsung bisa log in kembali,” ungkapnya.

Dari pengakuan para siswa, kata Nurfida, mereka  lebih senang dengan ujianberbasis komputer. Mereka tidak menemukan ada kendala, ataupun merasa ketakutan, dan harus menghapus  kunci jawaban.

Disinggung masih banyaknya perangkat sarana dan prasarana UNBK yang meminjam dan masih banyak menggunakan laptop dibanding PC, dijawab Nurfida, asalkan sesuai dengan standar tidak menjadi permasalahan. Yang penting komputer/laptop tersambung dengan server sekolah.

Nurfida mengharapkan ujian di Bengkulu berjalan lancar hingga akhir pelaksanaan nanti.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Ujian Nasional SMAN 8 Kota Bengkulu Syamsul Bahri SPd menuturkan, pelaksanaan UNBK di sekolahnya terpaksa menumpang ke SMKN 1 Kota Bengkulu. Lantaran sarana dan prasarana di sekolahnya belum memadai. Meski begitu selama ujian dari hari pertama   hingga hari ketiga berlangsung lancar. Sebanyak 216 peserta ujian yang n dibagi dalam tiga sesi seluruhnya hadir.

Khusus besok (hari ini-red) siswa/siswi akan mengikuti ujian  mata pelajaran pilihan, dari kuisioner yang telah dibagikan diketahui mata pelajaran Biologi dan Sosiologi yang paling banyak diminati. Dari 216 peserta rincianya 97 peserta jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA) terdiri dari 15 peserta mengambil mata pelajaran fisika, 3 peserta memilih kimia, dan 79 siswa memilih biologi. Sedangkan jurusan ilmu pengetahuan sosial (IPS) terdiri 10 peserta memilih geografi, 10 peserta memilih ekonomi dan 79 peserta memilih sosiologi.

Walau berbeda mata pilihan, pelaksanaan ujian tetap berlangsung seperti biasa. Para siswa masuk dalam ruangan yang telah ditetapkan sesuai nomor ujian. Hal yang membedakan saat pengerjaan siswa/siswi memilih mata pelajaran yang dipilihya. (247)