Dipukul, Petani Lapor Polisi

KEKERASAN_DALAM_RUMAH_TANGGA_KDRTTANJUNG KEMUNING, Bengkulu Ekspress – Seorang petani bernama Mardian Zohera (30), warga Desa Padang Kedondong Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur, mendatangi Mapolsek Tanjung Kemuning, Selasa (29/11). Ia melaporkan tindakan penganiayaan yang dilakukan RI (35), warga Desa Padang Leban. Korban mengaku dipukul oleh pelaku menggunakan batu saat mengendarai sepeda motor lewat rumah pelaku.

“Laporan penganiyaan yang dialami korban sudah kita terima, dan laporan korban masih kita pelajari,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto SIK melalui Kapolsek Tanjung Kemuning Iptu Pidraini Gumay, kemarin (29/11).

Dalam laporan korban ke polisi, kejadian itu terjadi Minggu (27/11) sekitar pukul 09.00 WIB di Desa Padang Leban Kecamatan Tanjung Kemuning. Kejadian berawal dari korban pada saat itu sekitar pukul 07.00 WIB pergi dari rumah dengan maksud ingin mengisi ulang galon di pengisian ulang galon Desa Padang Leban. Namun sesampai ditempat pengisian galon, lampu mati, sehingga korban tidak bisa mengisi air galon. Lalu kemudian korban pulang dan meninggalkan galon tersebut ditempat pengisian galon. Belum lama sampai di rumah tiba-tiba lampu kembali hidup dan lalu korban kembali ketempat untuk mengisi air galon. Setelah itu korban pulang dengan membawa air galon menggunakan jalan alternatif yang melintasi rumah pelaku dikarekankan pada saat itu ada hajatan. Namun melihat korban hendakmelintas, pelaku mengejar korban dan langsung memukul korban menggunakan batu di bagian pinggang sebelah kiri sebanyak satu kali, dan juga pelaku memukul punggung korban menggunakan tangan. Akibat kejadian itu korban mengalami luka memar. Tak terima atas perbuatan pelaku, korban akhirya memilih melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.

“Kasus ini sedang kita pelajari. Juga permasalahan keduanya ini belum tahu dan nanti kita akan memanggil pelaku guna dimintai keterangan soal laporan korban ini,” jelas Kapolsek. (618)