Dinsos Segera Panggil Pengelola Panti Asuhan

Bengkulu

Apr 1, 2017 @ 20:30

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Maraknya gepeng anak-anak yang berkeliaran meminta-minta yang mengatasnamakan panti sosial  di Kota Bengkulu membuat Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu geram. Untuk itu, Dinsosakan melakukan penelusuran ke setiap panti asuhan di Kota Bengkulu untuk memastikan hal itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kota Bengkulu, Syahrul Tamzie menegaskan bahwa pihaknya secepatnya akan memanggil pengelola panti asuhan terkait masalah tersebut.

“Ini kasus baru dan kami baru tahu informasinya. Maka kami akan panggil beberapa pengelola panti,” tegas Syahrul.

Pihaknya sesegera mungkin akan mengusut apakah gepeng tersebut memang diperdayakan oleh pengelola panti atau modus lain.

“Bisa jadi dua kemungkinan. Jika memang benar adanya pihak panti yang memnafaatkan gepeng anak-anak, maka kan kami berikan teguran serta peringatan kepada pihak panti. Dinsos akan menyelidiki kasus ini secepatnya,” tegas Syahrul.

Ia menambahkan, selain itu jika memang benar adanya panti yang memberdayakan gepeng anak-anak meminta sumbangan demi kepentingan pribadi. Justru hal tersebut mencemarkan nama baik panti asuhan itu sendiri.

“Jelas hal ini mencemarkan nama baik panti asuhan itu sendiri. Bisa juga kita tindak lanjuti akan kita serahkan kepada pihak berwenang,” ucap Syahrul.

Syahrul menilai, modus baru gepeng anak-anak yang meminta sumbangan diduga adalah pemain baru. Sebab, gepeng pemain lama yang selama ini terjaring oleh Dinsos sudah jera dan pulang ke kampung halamannya. “Menyikapi hal ini Dinsos akan mengadakan penyelidikan terlebih dahulu. Ini pastinya pemain baru. Kita lakukan terus pemeantauan di beberapa ruas tempat gepeng selalu muncul,” terang Syahrul.

Menyikapi masalah isu gepeng mulai menjamur memasuki bulan Ramadhan, Suahrul menyikapi itu hanya isu saja. Ia mengatakan saat ini Kota Bengkulu sudah mulai bersih dari gepeng.

“Itu mungkin perkiraan saja. Sebab, Dinsos Kota Bengklu akan terus melakukan razia gepeng tidak hanya menjelang bulan puasa, namun setiap bulan,” ujar Syahrul.

Ia mengaku pihaknya tidak  main-main dalam hal pemberantasan gepeng di Kota Bengkulu. Sebab, pihaknya akan terus memberikan terobosan baru sebagai efek jera kepada gepeng yang terjaring dalam razia yang digelar.

“Kami tidak main-main dalam memberantas gepeng demi menciptakan suasana kota Bengkulu yang bebas gepeng. Karena hal ini merupakan program walikota. Kami selalu memberikan efek jera dengan berbagai cara yang berkeprimasnusiaan pastinya. Efek jera diharapkan dapat memberikan trauma kepada gepeng untuk tidak turun lagi ke jalan. Karena itu usdha komitmen kami,” terang Syahrul.

Selain itu, Dinsos kota juga telah melakukan koordinasi dengan Dinsos provinsi dan Panti Sosial Bina Laras (PSBL) yang di bawah Kementrian Sosial (Kemensos) untuk melakukan pemberantasan gepeng.

“Kita juga telah berkordinasi. Nantinya gepeng yang ditangkap dapat diletakan atau di kurung di PSBL.

Setelah itu akan kita lihat bagaimana perkembangan dari gepeng yang kita kurung. Jika memungkinkan maka akan kita berikan sebuah pelatihan yang gunanaya untuk memberdayakan mereka,” tutur Syahrul.

Pemberdayaan yang dimaksud seperti memberikan pelatihan berdasarkan kemampuan gepeng. Misalnya ada gepeng yang pandai membuat kerajinan tangan, maka akan dilatih dan gepeng yang pandai memasak maka akan dilatih memasak bahkan akan diberikan modal untuk membuka usaha sendiri.

“Setelah diberdayakan maka mereka tidak akan jadi sampah masyrakat kembali,” pungkas Syahrul.(***)