Selasa, 26/03/2013 - 20:20 WIB
Curup Ekspress | beonline - Bengkulu Ekspress

Dikeroyok di Lapas, Tahanan Tewas

suasana rumah duka ruang tahanan yang di huni rico rico candra sebelum dilimpahkan ke kejaksaan jum'at 22 maret 2013 CURUP, BE – Seperti lembaga pemasyarakatan (Lapas) atau rumah tahanan (Rutan) bukan lagi tempat yang aman bagi para pelanggar hukum.

Jika di Sleman, Yogyakarta ada tahanan tewas di Lapas karena diserang gerombolan bersenjata, maka di Curup, Rejang Lebong, Bengkulu ada tahanan tewas karena dikeroyok tahanan lainnya.

Rico Chandra (17), warga Desa Blitar Muka, Kecamatan Sindang Kelingi yang berstatus tahanan Kejaksaan Negeri Curup, tewas dalam perjalanan ke IGD RSUD Curup sekitar pukul 01.15 WIB Senin (25/03) setelah sebelumnya sempat menjadi korban pengeroyokan beberapa penghuni ruang tahanan anak kamar 3 Blok L Rutan Kelas II A Curup. Rico Candra mengalami luka memar dan benjolan serius di bagian kepala belakang yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

Sekitar pukul 05.30 WIB kemarin jenazah korban langsung dibawa keluarga ke rumah duka di Desa Belitar Muka, menggunakan mobil ambulan jenazah RSUD Curup.

Agus Waluyo, orang tua kandung Rico Candra kepada wartawan mengungkapkan, Jum’at (22/03) Agus mengaku mendapatkan informasi anaknya mengalami luka-luka akibat dikeroyok oleh sesama penghuni tahanan Lapas Curup.
“Mendapatkan informasi tersebut, Minggu pagi (24/03) saya mendatangi Lapas Curup. Sayangnya saya tidak boleh ketemu karena hari libur bukan jam kunjungan, lagipula harus izin jaksa. Karena tidak boleh saya pulang, namun saya masih penasaran dengan kondisi anak saya,” tutur Agus.

Senin dini hari kemarin, kekawatiran Agus tersebut berubah menjadi kesedihan karena Rico Candra dikabarkan oleh pihak Lapas Curup meninggal dunia. Jasadnya berada di kamar mayar RSUD Curup. “Karena itu saya datang ke sini bersama pak kepala desa (Blitra Muka). Saya melaporkan kejadian penganiayaan yang dialami anak saya ini ke Polres Rejang Lebong (RL). Karena setahu saya saat kasus yang dijalani anak saya dilimpahkan oleh kepolisian ke Kejaksaan Negeri Curup, kondisinya sehat bahkan kami sempat berfoto kok di dalam Lapas. Tetapi saya terkejut tahu-tahu anak saya meninggal dan ada luka memar dan benjolan di belakang kepala anak saya,” sesal Agus.

Kapolres RL AKBP Edi Suroso, SH melalui Kasat Reskrim AKP Margopo dikonfirmasi Bengkulu Ekspress membenarkan adanya laporan keluarga korban Rico Chandra tersebut. “Laporan sudah kita terima untuk dipelajari. Beberapa saksi kita minta keterangan terkait dugaan pengeroyokan yang dilaporkan keluarga korban,” kata Kasat.

Dijelaskan Kasat, Rico Candara menjadi tersangka atas kasus dengan pasal 365 KUHP atau pencurian dengan kekerasan dengan korban Luviana, warga Desa Empat Suka Menanti Kecamatan Sindang Dataran yang berstatus mahasiswa, 22 Februari 2013 lalu. Rico berperan sebagai eksekutor perampasan tas milik korban yang berisi uang senilai Rp 85 ribu dan surat-surat berharga milik korbannya.

“Kasus ini ditangani oleh Polsek Sindang Kelingi, karena laporan polisi korban ada di Polsek. Berkas pengusutan sudah lengkap dan telah kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Curup Jum’at, 22 Maret 2013 lalu. Jadi bukan tahanan kita lagi, tapi sudah tahanan Jaksa, serah terima sudah,” tegas Kasat.

Dibagian lain, Jaksa Penuntut Kejaksaan Negeri Curup Feri Junaidi, SH dikonfirmasi Bengkulu Ekspress mengungkapkan, rencananya Senin kemarin (25/03) tersangka Rico Candra akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Curup untuk diadili karena pelaku masih berstatus anak dibawah umur. “Kita baru tahu tersangka meninggal dunia dari pihak Lapas Curup. Dengan meninggalnya Rico Candra jelas pengusutan terhenti dan kita minta keterangan lansung terkait hal itu secara resmi dari pihak Lapas Curup,” kata Feri.

Sementara Kepala Lapas Kelas II A Curup Edi Prayitno, Bc.IP, SH ditemui wartawan di ruang kerjanya membenarkan jika ada tahanan meninggalnya. “Kami tegaskan bukan pengeroyokan, tetapi perkelahian antar korban dan penghuni Lapas yang lain. Kami sudah melakukan tindakan dengan memisahkan korban dengan tahanan yang lain, kondisi korban dalam keadaan baik saat itu tidak mengalami luka,” kata Edi.

Terkait kunjungan keluarga korban, Edi menegaskan secara aturan memang tidak dibolehkan melakukan kunjungan diluar jam besuk, lagipula tahanan titipan Jaksa harus sebelumnya mendapatkan persetujuan Jaksa yang bersangkutan. “Kebetulan hari Minggu saat keluarga korban ingin menjenguk Rico di dalam Lapas, selanjutnya tidak ada keluhan sakit dari Rico Candra, asumsi kita korban sehat bahkan saya sempat ngobrol,” tegasnya.

Hanya saja, sekitar pukul 01.00 WB Rico Candra mengeluhkan sakit kepada penjaga Lapas, selanjutnya diambil tindakan untuk dibawa ke IGD RSUD Curup untuk menjalani pemeriksaan, “Kami tidak tau apakah dalam perjalanan atau saat sudah di RSUD Curup korban meninggal dunia,” kata Edi.

Pihak Lapas Curup, sambung Edi, telah mengirim utusan untuk datang ke rumah duka melakukan kunjungan dan ikut berbela sengkawa, serta memberikan penjelasan kepada keluarga duka terkait kronologis perkelahian yang terjadi antara korban dan penghuni Lapas yang lain. “Sejuh ini kami terbuka, jika memang keluarga korban melaporkan ke Polisi kita siap mendukung dalam hal proses hukum. Soal sebab kematian, kami serahkan kepada hasil visum tim medis yang menentukan,” pintanya. (999)

FAKTA DAN DATA

Jum’at (22/02/2013) pukul 16.00 WIB     
-Rico Candra (17) bersama rekanya Fik Candra Winata (20) menjadi korban amuk masa di Desa Karang Jaya Kecamatan Selupu Rejang.
-Rico Candra ditetapkan sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan di Desa Beringin Tiga.
-Candra Winata ditetapkan sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata tajam

 -Jum’at (22/03/2013) pukul 10.00 WIB     
Berkas kasus pencurian dengan pemberatan, dengan tersangka Rico Candra dinyatakan lengkap dilimpahkan Kepolisian ke Kejaksan Negeri Curup.

-Jum’at (22/03/2013) pukul 15.00 WIB
Diduga terjadi pengeroyokan terhadap Rico Candra di Blok L kamar 3 Lapas Kelas 2 A Curup. Penghuni ruang kelas 3 tahanan anak itu berjumlah 9 orang.

Minggu (24/03/2013)
Keluarga korban mendapatkan informasi Rico menjadi korban pengeroyokan namun gagal menjenguk korban

Senin (25/03/2013) pukul 01.0 WIB
Rico Candra mengeluh sakit, dibawa ke RSUD Curup dan meninggal dunia

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


× 5 = dua puluh

© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved