Dihantam Puting Beliung, 4 Unit Rumah Rusak Parah

Ratusan Hektar Kebun Rusak
IMG-20150420-00999PUT, BE – Hujan deras diserta angin puting beliung, sekira pukul 16.00 WIB, Senin (20/4), merusak 4 unit rumah di Gang Selat 4, Desa Belumai 2, Padang Ulak Tanding (PUT), Rejang Lebong.
Akibat angin puting beliung yang berlangsung sekira 15 menit tersebut, 4 rumah milik warga, yakni milik Mislam (60), Jadin (50), Rohmad alias Madun (80), dan Asmungi (70), mengalami rusak parah.
Bahkan atap rumah milik Mislam di bagian ruang tamu terbawa angin sejauh 10 meter. Kemudian seng atap dapurnya hampir mengahantam rumah milk Jadin yang posisi rumahnya berdampingan. Sedangkan rumah milik Jadin, atap rumahnya yang beratap genteng runtuh.
Selain dua rumah rumah yang cukup parah, rumah  milik Rohmad ditimpa pohon batang karet  di bagian ruang tamu. Untuk rumah milk Asmungi juga mengalami kerusakan di bagian atap ruang tamu.
Beruntung kejadian angin puting beliung yang disertai hujan deras tersebut tidak memakan korban jiwa dikarenakan pada saat kejadian warga cepat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Selain itu, puluhan pondok di pinggi Sungai Selat serta puluhan hektar kebun jagung dan kebun ubi kayu siap panen di Desa Belumai 2 juga  mengalami kerusakan akibat hantaman angin puting beliung tersebut.
Di sisi lain, kronologis munculnya puting beliung itu diawali hujan deras datang dari arah Sungai Selat. Kemudian angin datang secara tiba tiba dan berputar putar menuju ke Desa Belumai 2 dan langsung menghantam rumah warga desa .
Putra (30), menantu Mislam, mengatakan sebelum puting beliung muncul, ia pulang dari rumah tetangga. Tidak lama kemudian, hujan deras datang disertai angin kencang yang berputar putar di atas rumah.
“Tidak lama kemudian, terdengar suara atap seng bergerak dan bergetar serta terdengar suara keras dari arah dapur. Ternyata atap seng dapur di rumah kami terbang, sehingga kami yang terdiri ibu mertua, istri dan anak saya, yang saat itu berada di dalam ruang tamu, langsung keluar dari rumah menyelamtkan diri,” ungkap Putra .
Sementara itu, Bardiah (40), yang saat itu ada di tengah sawah, mengungkapkan, saat hujan turun, muncul angin kencang berupa puting beliung sekitar  15 menit. Angin itu kemudian menghantam pondok sawahnya, sehingga atapnya terbang. “Karena takut, kami bergegas pulang,” ujar Bardiah.
Di sisi lain, Kades Belumai 2, Muhlani menjelaskan, ia mengetahui adanya bencana alam puting beliuang setelah menerima telepon dari salah seorang warganya. “Saya dapat telepon bahwa ada rumah yang rusak diterjang angin puting beliung. Saya kemudian mengecek ke lokasi dan ternyata benar 4 rumah warga saya sudah rusak parah,” ujar Muhlani.
Muhlani menambahkan, saat ini korban yang rumahnya rusak terpaksa menginap di rumah tetangga. Pasalnya, keadaan rumah mereka masih berantakan dan basah akibat atapnya terbang terbawa angin.
Muhlani juga mengaku, bencana alam itu sudah dilaporkan ke Pemkab Rejang Lebong melalui Pemerintah Kecamatan PUT. “Kami berharap Pemerintah RL dapat memberikan bantuan ke warga desa yang terkena musibah angin puting beliung,” harapnya .
Terpisah Camat PUT, Basuki SSos mengatakan, setelah menerima laporan dari Kades Belumai 2, ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Bupati RL.
Terpisah, Danramil PUT 409 -03, Kapten Inf Untung Pribadi mengatakan, setelah menerima informasi adanya angin puting beliung yang merusak 4 unit rumah di Desa Belumai 2, ia langsung memerintahkan anggota piket dari Kormail PUT untuk langsung ke lokasi membantu warga yang terkena musibah.(222)