Dihantam Ombak, Perahu Nelayan Karam

warga-selamatkan-perahu-nelayan
SELAMATKAN:Warga bersama nelayan lainnya saat bersama-sama menyelamatkan perahu karam dihantam badai dengan ditarik pakai tali nilon, Kamis (24/11). (Foto ASRI/BE).

PASAR MANNA, BE – Curah hujan deras disertai badai dalam satu Minggu terakhir ini nyaris saja menelan korban jiwa. Sebab dalam satu minggu ini sudah dua kali perahu nelayan karam dihantam ombak besar. Beruntung para nelayan selamat, namun hasil tangkapan mereka hilang, dan alat tangkap mereka hilang di tengah laut. Kamis (24/11) kembali perahu nelayan karam dihantam ombak besar. kejadian tersebut sekitar pukul 11.30 WIB, saat perahu hendak masuk ke muara sungai Air Manna.

Alpin (18), salah satu nelayan Pasar Bawah yang nyaris menjadi korban jiwa saat kapal karam kemarin, kepada BE menuturkan, kronologis kejadian berawal, saat perahu yang dibawahnya bersama dua rekannya yakni Edo (19) dan Ujang (31) hendak pulang dari melaut. Sebab sebelumnya Kamis pagi sekitar pukul 05.30 WIB, mereka bertiga satu perahu melaut untuk mencari ikan.

Kemudian ketika mau pulang, saat tiba di muara sungai, tiba-tiba perahu tidak bisa masuk ke muara. Sebab saat itu alur muara sangat dangkal dengan kedalaman hanya 0,5 meter. Lalu secara kebetulan saat itu mesin mati, sehingga ketikanya berusaha menghidupkan kembali mesin perahu. Hanya saja, saat hendak menghidupkan mesin, tiba-tiba tanpa diketahui ketiganya datang ombak besar dan menghantam perahu mereka. Akibatnya, ketikanya terpental ke laut. Bahkan saat itu salah satu teman mereka, Ujang sempat pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Hal itu diduga saat terjatuh dari kapal, tubuhnya terbentur ke perahu.

“Kami saat itu hampir masuk ke muara namun tiba-tiba datang ombak besar, sehingga kami semua terpental dari perahu, bahkan teman kami Ujang sempat pingsan dan mendapat perawatan di rumah sakit,” katanya diamini Edo.

Setelah itu, sambung Alpin, mengetahui perahunya dihantam ombak, nelayan lainnya langsung membantu, sehingga Ujang yang sempat pingsan langsung ditolong warga,sedangkan dirinya dan Edo berhasil menyelamatkan diri.

Sedangkan perahu mereka terus dibawa ombak hingga ke tengah laut sejauh 1 km. Hanya saja, oleh nelayan lainnya, perahu ketiganya akhirnya dikejar dan diikatkan dengan tali nilon, lalu ditarik dengan perahu lainnya. Kemudian, dibantu oleh puluhan warga menariknya ke darat. Akhirnya pukul 13.05 WIB, perahu tersebut berhasil diselamatkan. “Memang perahu dan mesin tidak mengalami rusak serius, namun ikan hasil tangkapan serta jaring kami hilang, sehingga kami mengalami kerugian materi sekitar Rp 2 juta,” terang Alpin. (369)